Dalam kegiatan tersebut, calon pengantin terlibat dalam sesi brainstorming untuk menyampaikan pendapat mereka mengenai pemenuhan kebutuhan material dan batin. Kepala KUA Sentolo, Wildan Isa Anshory, menekankan pentingnya keaktifan peserta dalam refleksi kehidupan sebagai bekal memasuki bahtera rumah tangga.
"Kegiatan Bimwin sangat penting bagi calon pengantin sebagai bekal dan modal ilmu dalam memasuki bahtera rumah tangga. Bimwin juga penting untuk kesiapan perkawinan yang kokoh menuju keluarga yang sakinah mawadah warahmah," ungkap Wildan.
Tema Bimwin kali ini adalah 'Menyuapkan Keluarga Sakinah'. Terdapat lima pilar yang harus dipahami oleh calon pengantin, yaitu perjanjian yang kuat, berpasangan, pergaulan yang baik, musyawarah, dan saling rida.
Narasumber Bimwin, Petugas Lapangan Keluarga Berencana, Nurhadi, menyampaikan bahwa ciri generasi berkualitas adalah memiliki pola hidup sehat, kemampuan berkomunikasi yang baik, aspek kognitif yang memadai, dan nilai agama yang kuat. Nurhadi menyebut, pemenuhan keempat aspek tersebut akan menciptakan keluarga yang sehat dan sakinah.
Kegiatan ini menjadi langkah inovatif KUA Sentolo dalam memberi persiapan perkawinan kepada calon pengantin, mengingatkan mereka akan memiliki tanggung jawab dan komitmen dalam membangun keluarga yang berkualitas. Diharapkan, Bimwin menjadi titik awal untuk menciptakan keluarga-keluarga yang kokoh dan harmonis di masa depan.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



