Dalam kesempatan itu, Kepala KUA Srandakan, Khambali Muksin menyampaikan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberi pemahaman kepada para pelaku UMKM untuk melakukan proses digitalisasi usaha.
“Sentuhan digitalisasi ini akan memperluas pemasaran produk UMKM dan merambah konsumen dari berbagai kalangan,” ujarnya.
Digitalisasi UMKM, imbuh Khambali, diperlukan untuk menyesuaikan perkembangan dunia usaha saat ini. Ia menyebut, pembinaan yang dilakukan untuk menyesuaikan perubahan cepat yang terjadi di sektor perdagangan.
“Bisnis online tidak bisa dihindari lagi, maraknya penggunaan platform e-Commerce dalam sektor perdagangan menjadi bukti perlunya ikut beradaptasi,” ungkapnya.
Khambali mengungkapkan, para pelaku UMKM perlu memanfaatkan sejumlah platform penjualan online seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, Lazada, dan sebagainya.
Sementara itu, Kepala KCP Bank Mandiri Srandakan, Arifin Ilyas menekankan pentingnya penguasaan metode transaksi digital bagi UMKM. “UMKM perlu terkoneksi dengan internet untuk membuka peluang pasar yang lebih luas, harus tahu transaksi digital,” pungkasnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



