Mamuju, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin meminta pengurus Majelis Dai Kebangsaan (MDK) Sulawesi Barat (Sulbar) untuk menjadi penceramah yang transformatif dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Hal itu ia sampaikan saat mengukuhkan 240 Pengurus MDK Provinsi Sulbar, Jumat (22/9/2023), di Mamuju.
"Penceramah harus membawa perubahan dan adaptif terhadap realitas sosial yang begitu cepat berubah," ujarnya.
Di era digital, imbuh Dirjen, terdapat tantangan beragama yang kompleks.
"Tantangan beragama di era globalisasi yang dibarengi kemajuan teknologi informasi ini memang cukup kompleks," ungkap Kamaruddin.
Ia berharap, para dai tidak hanya membawakan ceramah dari perspektif akidah, eskatologi, metafisis, dan syariah. "Itu semua memang harus kita sampaikan, tetapi itu tidak cukup, karena agama harus berada di pusaran peradaban, berkontribusi mengambil porsi dalam proses kita berbangsa dan bernegara," tandasnya.
Fn/Mr



