"Segera lakukan rapat kerja pengurus dan lakukan pengukuhan di kabupaten/kota. Terima kasih atas pelaksanaan pengukuhan IPARI Kalbar yang juga dilakukan secara virtual yang diikuti oleh para Kakankemenag kabupaten/kota se-Kalbar," ujar Muhajirin Yanis.
Yanis juga menggarisbawahi empat fungsi utama penyuluh agama, termasuk perannya sebagai ujung tombak Kemenag dalam menyampaikan informasi terkait program prioritas kepada masyarakat.
Dalam konteks edukatif, Yanis menekankan peran penyuluh agama sebagai pendidik dan guru bagi umatnya. Fungsi konsultatif diakui sebagai peran penyuluh agama yang memberi edukasi tentang ajaran agama kepada masyarakat. Fungsi advokatif dijelaskan sebagai peran penyuluh agama dalam membela kelompok/umatnya dari ancaman dan gangguan.
"IPARI secara internal sangat bermanfaat sebagai wadah silaturahim yang cukup besar sesama penyuluh agama. Saling mengenal lintas agama. Salah satu agen perubahan dan agen moderasi beragama. Di samping itu juga, penyuluh agama dapat melakukan counter hoax di tengah masyarakat," tegas Muhajirin Yanis.
Dipimpin oleh Kartono, Sekretaris Umum Baitunnur dan Bendahara Susana, IPARI Kalbar memiliki tugas penting dalam memperkuat peran penyuluh agama di tingkat provinsi. Ketua Umum Pengurus Pusat IPARI, melalui Sekretaris Umum Elvi Anita Afandi, juga memberi sambutan dan penguatan secara virtual.
"Sudah 90 persen IPARI terbentuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Pengurus IPARI adalah manusia pilihan. Kemauan dibutuhkan untuk melakukan pembenahan. Kita harap Pengurus IPARI punya kompetensi dan komitmen serta integritas dalam mengurus organisasi," ungkap Elvi Anita Afandi.
Hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan Kemenag Kalbar serta perwakilan dari berbagai agama yang turut mendukung upaya penguatan peran IPARI dalam mendukung keberagaman agama di Kalimantan Barat.
Msk/Mr



