Jembrana, Bimas Islam -- Kampung Zakat tidak hanya merujuk pada tempat atau lokasi fisik, melainkan pada konsep pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. Ide di balik Kampung Zakat yaitu mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, pendidikan, dan dakwah dalam satu kesatuan berkelanjutan. Masyarakat di Kampung Zakat dilibatkan secara aktif dalam menentukan prioritas penggunaan dana zakat untuk memenuhi kebutuhan pokok, kesehatan, pendidikan, dan pelatihan keterampilan.
Desa Candi Kusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada tahun 2023 ditetapkan sebagai Kampung Zakat, Kamis (24/8/2023).
Mewakili Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat dan Wakaf, Andi Yasri menghadiri Launching Kampung Zakat di Desa Candi Kusuma. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, potensi zakat di Indonesia amat besar yaitu mencapai Rp372 triliun. “Tetapi, realisasi yang dapat dicapai baru Rp22 triliun,” paparnya.
Dengan kesenjangan itu, Kementerian Agama terus berusaha meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam berzakat, salah satunya melalui program Kampung Zakat yang juga merupakan bagian dari program Lembaga Amil Zakat.
Andi melanjutkan, peningkatan pengumpulan dana zakat terus berkembang dengan persentase 30% pertahun. Peningkatan tersebut, imbuh Andi, perlu dimaksimalkan.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menyampaikan, program Kampung Zakat merupakan solusi untuk mengentaskan kemiskinan. “ Kampung Zakat digulirkan dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonomi umat di berbagai daerah di Indonesia,” ungkapnya.
Ia berharap, Kampung Zakat juga memberi manfaat bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang agama, bukan hanya untuk warga Muslim.
Dalam agenda tersebut, Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) menggelontorkan dana bantuan sebanyak Rp50 juta untuk tiga titik lokasi. Selain itu, Yayasan Salam Sejahtera juga memberikan Rp50 juta untuk tiga lokasi.
Launching Kampung Zakat tersebut juga dihadiri Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, Kabag TU Kanwil Kemenag Bali, Nurkhamid, Direktur LAZ Yakesma, serta Direktur LAZ DSM Bali.
Andayani/Wcp



