Cirebon, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi menyampaikan, pihaknya tengah memperkaya saluran pesan-pesan moderasi beragama untuk disampaikan pada masyarakat. Selain melalui penyuluhan dan dakwah, Kemenag juga mendorong penggunaan medium seni budaya.
"Tugas kita adalah merawat bangsa ini, menciptakan harmoni dan memperkuat moderasi beragama dengan beragam saluran yang kita miliki, misalnya dakwah, seni budaya, termasuk juga pagelaran," ujarnya dalam kegiatan FGD Penggalian Naskah Seni Budaya Islam Sunan Gunung Djati di Cirebon, Sabtu (1/6/2024).
Zayadi menuturkan, sejak dulu, masyarakat Indonesia sudah dekat dengan seni dan budaya. Bahkan, para ulama menggunakan wayang dalam metode dakwahnya.
Salah satu upaya yang dilakukan Kemenag dalam menebar pesan-pesan moderasi melalui medium seni budaya adalah melakukan penggalian naskah Sunan Gunung Djati, salah satu Walisongo yang sangat akrab bagi masyarakat Islam di Indonesia. Penggalian tersebut, imbuh Zayadi, tidak hanya dilakukan untuk mengambil pesan-pesan dalam naskah, namun juga menjadi upaya untuk mempelajari metode dan pendekatan seni budaya yang digunakan Sunan Gunung Djati dalam menyampaikan pesan moderasi.
Zayadi berharap, semua pihak tidak ragu untuk melakukan penguatan moderasi beragama di masyarakat. Menurutnya, moderasi beragama telah dikuatkan oleh regulasi melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023. Bagi Zayadi, orang yang memiliki prinsip moderat akan memiliki sikap kebangsaan yang kuat. "Pribadi moderat pasti memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, toleran terhadap persoalan furu’iah, anti kekerasan, serta akomodatif terhadap budaya lokal," ujarnya.
Sementara itu, Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati menyampaikan, hasil penggalian naskah Sunan Gunung Djati dapat dikembangkan menjadi bahan seni pentas Ketoprak, sebuah seni sandiwara Jawa yang diselingi lagu-lagu gamelan.
Menurut Wida, langkah penggalian naskah Sunan Gunung Djati dapat memperkaya pesan-pesan moderasi beragama di masyarakat, yang kemudian dapat diekspresikan dalam kegiatan seni budaya.
"Dengan seni dan budaya, pesan-pesan moderasi beragama akan menjadi jembatan yang merekatkan kita dalam kehidupan bernegara dan berbangsa, serta mengembangkan toleransi."
Ba/Mr



