Kegiatan yang digagas Subdirektorat Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Kemenag Pusat tersebut merupakan wadah untuk mendiskusikan budaya Indonesia dengan cara memperkuat pilar-pilar moderasi beragama di masyarakat.
Direktur Penerangan Agama Islam diwakili Kasubdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati menyampaikan, kegiatan itu digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang prinsip-prinsip moderasi beragama, memperkuat harmoni dan kerukunan antarumat beragama, dan mendorong partisipasi aktif umat dalam pelestarian budaya dan nilai-nilai agama.
Menurut Wida, moderasi beragama menjadi komitmen untuk menggali kekayaan dan keragaman bangsa Indonesia di tengah kemajuan zaman. "Moderasi beragama sangat penting ditanamkan, ketika masyarakat dihadapkan pada tantangan dunia modern," ungkapnya.
Menurut Wida, budaya berperan penting dalam membentuk karakter dan perilaku bangsa. Budaya tidak hanya identitas, tapi juga pencipta harmoni. "Budaya bukan hanya sekadar identitas, tapi wadah untuk menciptakan harmoni dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Wida.
Wida juga menegaskan, moderasi selaras dengan nilai kemanusiaan. "Moderasi ini diambil dari nilai luhur agama. Pada akhirnya, moderasi sangat menjunjung kemanusiaan bagi orang beragama bahkan orang yang tidak beragama sekali pun," tuturnya.
Wida mencontohkan bagaimana keindahan budaya yang berkembang di seluruh Indonesia.
"Bangsa Indonesia dianugerahi kekayaan alam dan keragaman budaya, agama, suku, dan bahasa dari Sabang sehingga Merauke. Di Indonesia, kita disajikan keindahan kerukunan dalam keberagaman," jelasnya.
Terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, Komang Sri Marheni dalam sambutannya berharap, kegiatan Ngaji Budaya menjadi kinerja yang berarti dalam memberi layanan dan mencerdaskan umat.
"Kegiatan (Ngaji Budaya) ini luar biasa. Semoga menjadi kinerja yang berarti dalam memberikan layanan dan mencerdaskan umat," ujarnya.
Komang Sri Marheni menyebut, memadukan keindahan alam Bali dan tradisi Islam Nusantara mampu memperdalam nilai-nilai spiritual masyarakat di Islam Nusantara. Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami nilai-nilai toleransi dalam Islam dan menghargai keragaman, sehingga bisa memberi layanan spritual dan dan dapat menjadi agen kebaikan.
"Mari kita renungkan Islam yang toleran, menghargai keragaman dan penuh kasih sayang dalam Islam, sehingga kita bisa memberikan layanan spiritual dan dapat menjadi agen perubahan kebaikan agama dan bangsa," ujar Komang.
Dalam kegiatan Ngaji Budaya ini juga dilakukan serah terima buku Ensiklopedia Seni Budaya Islam di Nusantara dari Direktorat Penais kepada Kakanwil Kemenag Provinsi Bali.
Kegiatan ini dimeriahkan dengan sejumlah pertunjukan seni seperti Rudak (Burdah) dari pelajar MTs Al-Muhajirin Kampung Islam Kepawon Kota Denpasar dan Tari Hikayat Awi dari Sanggar Seni al-Badar Jembrana, serta Tari Seni Burcen.
Ba/Mr
*Fotografer: Arga Gozali
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



