Sigi, Bimas Islam -- Kampung Moderasi Beragama (KMB) merupakan bukti bahwa di tengah keragaman, masyarakat Indonesia mampu menjaga nilai harmoni dan moderasi. Hal itu diungkapkan Menteri Agama Periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifudin dalam kegiatan Penguatan SDM Pokja Kampung Moderasi Beragama Lintas Kementerian dan Lembaga dan Pemerintah Daerah di Sigi, Senin (29/7/2024)
Menurutnya, KMB turut menjaga warisan keagamaan yang baik, mencakup nilai-nilai toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan kerja sama antarumat beragama.
"Dengan adanya Kampung Moderasi Beragama, mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang tidak hanya mampu menjaga, memelihara, dan merawat hal-hal baik yang diwariskan para leluhur kita, tapi juga sekaligus mampu mengembangkan warisan itu," ujar Lukman
Lukman menyatakan, lewat KMB, masyarakat memiliki peran kunci dalam menjaga dan mengembangkan warisan keagamaan yang baik. KMB menempatkan masyarakat untuk aktif dalam kegiatan lintas agama yang bertujuan untuk memperkuat ikatan sosial.
"Melalui kegiatan bersama seperti gotong royong, festival budaya, dan dialog antarumat beragama, masyarakat menciptakan ruang untuk memahami dan menghormati perbedaan satu sama lain," ucap Lukman.
Lukman menekankan, dalam merawat warisan tersebut, diperlukan adanya pengembangan dan inovasi. Misalnya, pendidikan atau teknologi yang sesuai dengan konteks moderasi.
"Tidak cukup dalam merawat warisan, kita juga dituntut untuk berkreasi, berinovasi, menciptakan hal-hal yang lebih baik. Dengan adanya KMB, saya yakin warisan tersebut dapat terjaga dengan baik," ungkapnya.
Lukman berharap, masyarakat di wilayah KMB bisa terus menjaga moderasi di tengah keragaman agama, suku, adat, dan budaya. Selain itu, ia berharap, KMB mampu mencegah konflik sosial keagamaan di masyarakat.
Fn/Mr



