"Dorong kehadiran konsultan BWI dan Nazir di daerah sebagai pendamping agar aset wakaf lebih produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat luas, sehingga tidak menjadi aset tidur," ujar Waryono dalam audiensi bersama Gerakan Wakaf Indonesia di Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Waryono menekankan, konsultan yang mendampingi BWI dan Nazir di daerah harus memiliki pemahaman mendalam tentang ekonomi, serta dapat memberi nasihat dan bimbingan bisnis pengelolaan aset wakaf. "Konsultan ini adalah orang yang mengerti sistem bisnis, biasanya dari perbankan atau ekonomi yang bisa memberi konsultasi bisnis aset wakaf," tambahnya.
Menurutnya, aset wakaf dapat lebih produktif jika dikelola oleh individu yang tepat dengan pendekatan yang sesuai. Dengan program dan perencanaan yang matang, aset wakaf dapat memberi manfaat maksimal pada masyarakat.
Kabid Pengembangan Bisnis dan Jaringan Gerakan Wakaf Indonesia, Irwan Kuniawan mengaku siap bekerja sama dalam mengelola dan mengampanyekan gerakan wakaf di Indonesia. "Kita siap berkolaborasi dalam beragam kegiatan seperti festival wakaf serta memproduktifkan aset wakaf. Kita memiliki ahli (konsultan) ekonomi yang bisa ikut dalam Gerakan Wakaf Indonesia," ungkap Irwan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, staf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf serta Gerakan Wakaf Indonesia. Keduanya berkomitmen untuk memajukan gerakan wakaf dan menggencarkan optimalisasi aset demi kesejahteraan masyarakat.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



