Evi mengatakan, PAI perlu aktif dalam memberi penyuluhan dan terlibat secara langsung di masyarakat untuk menanggapi tantangan ini. Ia menekankan peran aktif masyarakat melalui PAI dalam upaya pencegahan kenakalan remaja. "Kalau keadaan kondusif, masyarakat mudah melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial. Oleh karena itu, peran kita dalam permasalahan ini perlu digencarkan," ujar Evi.
Menurut Evi, anak-anak yang terlibat dalam kenakalan remaja tidak secara alami memiliki sifat nakal, melainkan dipengaruhi lingkungan pergaulan yang kurang terkontrol dan pengawasan.
Evi mengusulkan agar penyuluhan dapat diisi dengan kegiatan olahraga atau kegiatan produktif lainnya. "Arahkan mereka ke kegiatan keagamaan, atau olahraga yang punya efek positif bagi mereka. Sehingga mereka bisa sibuk dengan hal yang lebih produktif dan positif," tambahnya.
Evi juga mengingatkan PAI untuk mengantisipasi segala hal yang dapat berdampak negatif pada remaja di masing-masing wilayah tugas. Evi berharap, aksi kenakalan remaja dapat dicegah dengan kontribusi aktif penyuluh agama.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



