Jakarta, Bimas Islam -- Masjid mesti ramah pada perempuan. Salah satunya dengan memerhatikan kondisi biologis perempuan.
Demikian disampaikan Dosen Pasca Sarjana PTIQ, Nur Rofiah dalam konten Layanan Syariah di akun Instagram resmi Bimas Islam yang diunggah pada Selasa (29/8/2023).
"Masjid menjadi ramah pada perempuan jika punya perhatian pada kondisi khas perempuan. Misalnya, secara biologis, sistem reproduksi perempuan itu menyebabkan dia mudah mengeluarkan cairan dari organ kelaminnya sehingga ritual ibadahnya batal," terangnya.
Atas kondisi ini, Rofiah menjelaskan, pengelola masjid mesti memberi kemudahan akses toilet bagi jemaah perempuan.
"Penting sekali untuk menata masjid di mana akses toilet perempuan menjadi mudah," kata Rofiah.
Selain akses, keamanan juga menjadi bagian penting bagi jemaah perempuan. Karenanya, penerangan toilet juga mesti menjadi perhatian demi menghindari kejahatan di rumah ibadah.
Selanjutnya, Rofiah juga menjelaskan, masjid juga harus memberi kenyamanan dan keamanan kepada ibu hamil dan menyusui.
"Mungkin ada perempuan yang sedang dalam kondisi hamil atau menyusui. Pastikan, jika masjid memiliki dua lantai, lantai pertama juga harus diberikan kepada perempuan," tandasnya.
Msk/Mr



