Bandung, Bimas Islam --- Berbeda dengan Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat berencana akan menyelenggarakan salat idul adha 1441 hijriah. Meski demikian, penyembelihan hewan kurban tidak dilakukan untuk mencegah penularan covid-19.
"Untuk salat idul adha tetap akan kami selenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Raya Bandung, Haji Muhtar Atmawaja kepada bimasislam, Jumat (10/7) di Bandung.
Protokol kesehatan yang dimaksud Muhtar meliputi pemeriksaan suhu badan kepada para jemaah, jaga jarak satu meter, memakai masker, dan membawa sajadah masing-masing.
"Nanti petugas kami dan mungkin juga dibantu oleh Biddokkes Polda dan Kodam akan memastikan penerapan protokol tersebut," ujarnya.
Muhtar tidak dapat memprediksi berapa banyak jemaah nantinya yang akan mengikuti salat id di masjid yang berada di alun-alun kota Bandung tersebut. Hanya, menurut dia, jika berkaca pada kondisi normal, jemaah salat Jumat dan salat id di Masjid Raya Bandung bisa mencapai 13.000 sampai dengan 15.000 jemaah.
"Sejak masa PSBB proporsional berakhir, kita sudah menggelar salat Jumat sebanyak tiga kali. Rerata jemaahnya sekitar 2.000 orang karena penerapan jaga jarak," imbuh Muhtar yang berprofesi sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Bandung tersebut.
Menurut Muhtar, meski tidak memiliki jemaah tetap karena berada di pusat bisnis dan perkantoran, tapi masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Agung itu memiliki jemaah fanatik yang berasal dari sejumlah kecamatan di Kota Bandung.
"Jemaah fanatik masjid kita banyak yang berasal dari kecamatan lain. Meskipun di tempat mereka ada masjid besar, tapi mereka lebih memilih salat Jumat, id, ataupun tarawih di masjid ini," ungkap alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.
Sementara itu, Muhtar melanjutkan, pada tahun ini, pengurus masjid tidak menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Pemotongan hewan kurban, katanya, dilakukan di kampung-kampung, tempat pendistribusian daging kurban.
"Tujuannya selain untuk mencegah penularan covid-19, juga agar distribusi daging kurban lebih tepat sasaran," pungkasnya.
Menurut Muhtar, selama ini pembagian hewan kurban di Masjid Raya Bandung ditengarai tidak tepat sasaran karena warga yang datang mengambil daging diorganisir oleh sekelompok orang yang dagingnya kemudian dijual ke sejumlah restoran.
"Nanti kita sembelih hewan kurban di kampung-kampung tempat tinggal pengurus masjid kita. Dia pasti mengetahui siapa saja yang berhak menerima daging kurban tersebut, sehingga pembagiannya tepat sasaran," terangnya.
Muhtar menyebutkan, biasanya jumlah hewan kurban di masjid berstatus sebagai masjid provinsi tersebut mencapai 13 ekor yang berasal dari Presiden RI, Gubernur Jawa Barat, Walikota Bandung, Sekretaris Daerah Provinsi, pimpinan Bank dan BUMN, serta Jemaah pengajian.
(Insan Khoirul Qolbi & Achmad Soleh)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



