Metro, Bimas Islam --- Siang itu lamat-lamat matahari mulai menampakkan diri mencoba melawan awan gelap. Kota Metro Lampung baru saja selesai diguyur hujan lebat. Di sejumlah ruas jalan digenangi banyak air. Tidak lama lagi adzan Zuhur berkumandang. Kami tiba di masjid nan megah di kota ini.
Tidak sulit menemukan Masjid Taqwa Metro. Sebab selain berada di pusat kota, juga bersebelahan dengan alun-alun atau yang oleh masyarakat sekitar disebut Lapangan Samber yang kini telah menjadi taman kota. Tepatnya ia terletak di jalan Letjend Alamasyah Ratu Prawira Negara Nomor 1, Imopuro, Metro Pusat, Kota Metro, Lampung.
Bangunannya yang megah dan letaknya yang strategis tentu membuat masjid ini memiliki daya tarik tersendiri. Saban hari banyak warga lokal dan pendatang yang berkunjung baik untuk melaksanakan shalat maupun jeprat-jepret di sejumlah titik dari masjid ini. Maklum, bagi generasi milenial yang suka berbagi foto diri di media sosial, masjid ini menjadi salah satu pilihan. Itu jugalah yang menyebabkan Masjid Taqwa disebut sebagai ikon kota Metro.
Berdiri pada 21 Juli 1967 di atas tanah seluas 342 meter, masjid ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat muslim yang tinggal di sekitar Kabupaten Lampung Tengah. Waktu itu Kota Metro merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Tengah. Bahkan hingga sekarang meski sudah menjadi kota otonom.
Dua tahun berdiri, masjid ini pun diresmikan operasionalnya oleh Menteri Agama Republik Indonesia, waktu itu, KH A Dahlan pada 23 Mei 1969. Sejak dibangun masjid ini sudah beberapa kali mengalami renovasi. Positifnya, perbaikan gedung tetap mempertahankan bentuk awal bangunan. Hingga akhirnya setelah pemeliharaan masjid diserahkan kepada Pemerintah Kota Metro pada 27 Januari 2004, renovasi dilakukan secara besar-besaran. Tepatnya pada tahun 2013. Nyaris tidak menyisakan bentuk aslinya.
Situasi tersebut sempat mengundang kontroversi di tengah masyarakat muslim disana karena pemerintah kota dianggap tidak menghargai bangunan bersejarah. Bangunan lama yang tersisa hanya menara. Bahkan kubah masjid pun harus dibongkar karena masjid ini akan dibangun menjadi dua lantai.
Seiring perjalanan waktu, setelah selesai direnovasi pada tahun 2015, Masjid Taqwa mengubah pandangan masyarakat sekitar. Kini, masjid ini menjelma menjadi kebanggaan masyarakat. Bahkan menjadi ikon kota Metro. Peresmian untuk kedua kalinya dilakukan oleh Menteri Agama RI. Kali ini adalah Lukman Hakim Saifudin yang meresmikannya pada 9 Mei 2015, bertepatan dengan gelaran MTQ ke-43 Provinsi Lampung yang dihelat di Kota Metro.
Masjid ini pun disebut sebagai masjid termegah di Provinsi Lampung. Menara masjid yang tinggi menjulang berdampingan dengan kubah masjid yang begitu puguh memberikan kesan mentereng bagi yang melihatnya. Untuk arsitektur bagian dalam masjid, atap masjid dilukis menyerupai bentuk bunga dengan paduan warna yang indah. Dinding bagian barat masjid terdapat kaligrafi bertuliskan lafadz Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Pada bagian luar masjid terdapat lampu dengan lafadz Asmaul Husna yang mengelilingi masjid sekaligus taman merdeka. Untuk luas masjid, masih sama dengan luas bangunan lama yakni 45x45 meter. Hanya, kini Masjid Taqwa memiliki bangunan dengan dua lantai dan mampu menampung kurang lebih 2.000 jamaah.
Luasnya kontruksi masjid tentu membawa keistimewaan. Banyak sisi dan ruang yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya ruangan di bawah kubah di lantai dua masjid yang digunakan sebagai ruangan perpustakaan masjid. Di belakang bangunan masjid dibangun kantor pengurus masjid dengan ruangan yang cukup refresentatif dilengapi dengan beberapa kamar yang juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang akan membantu mengurus masjid tersebut.
(itk-ys/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



