Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama, Fachrul Razi menyampaikan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam merupakan teman dalam membangun bangsa Indonesia yang majemuk. Syaratnya, menurut Menag, ormas Islam harus memiliki komitmen dalam berpegang teguh kepada Pancasila.
"Setiap organisasi kemasyarakatan Islam yang teguh dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) maka dia adalah teman untuk membangun bangsa ini," kata Menag dalam Diskusi Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media Tahap II di Jakarta, Kamis (17/12/20).
Guna menggapai tujuan tersebut, Kemenag senantiasa menjalin komunikasi dengan berbagai ormas Islam. Menurut Menag, komunikasi yang dijalin berjalan intensif.
"Agar ormas Islam senantiasa bersama dengan Pancasila dan NKRI. Komunikasi tidak dilakukan sesaat dan harus terus dijaga," tambahnya.
Dalam dialog yang diikuti puluhan media cetak, daring, dan siar ini, Menag juga menyampaikan pentingnya peran rumah ibadah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut Menag, rumah ibadah merupakan jalan masuk bagi berbagai pemahaman keagamaan sehingga harus senantiasa dibina.
"Rumah ibadah kita banyak sekali. Rumah ibadah adalah pintu masuk dan keluar bagi ajaran Islam yang ahmatan lil 'alamin. Rumah ibadah perlu dijaga agar tidak menjadi jalan masuk bagi pemahaman yang menyimpang," tegas Menag.
Diskusi Isu-Isu Kebimasislaman dengan Praktisi Media Tahap II juga dihadiri oleh Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Agus Salim, Direktur Penerangan Agama Islam, Juraidi, dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor.
(pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



