Jakarta, Bimas Islam -- Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebut, peran masjid dapat memberi inspirasi dalam kemajuan peradaban Islam.
“Belakangan ini, pembahasan tentang membangun peradaban yang lebih baik telah menjadi sorotan. Nabi Muhammad Saw menjadi inspirator dan contoh terbaik dalam membangun peradaban,” ungkapnya saat memberi arahan dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas BKM) 2023 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Rabu malam (8/11/2023).
Pria yang akrab disapa Gus Men itu mengatakan, hijrah Nabi ke Kota Madinah menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan peradaban. “Hijrah Nabi ke Madinah menjadi penanda bagaimana peradaban dibangun oleh Nabi melalui peran masjid,” sambungnya.
Selama perjalanan menuju Madinah, Nabi mendirikan Masjid Quba. Masjid ini memberi inspirasi yang besar dalam kemajuan peradaban Islam yang turut berkontribusi pada kemajuan kota Madinah.
“Akhirnya, Kota Madinah pun maju karena kontrak sosial berupa konstitusi yang dilahirkan melalui perundingan di dalam masjid,” tuturnya.
Namun, Gus Men menegaskan bahwa politik yang diperjuangkan oleh Nabi saat itu adalah politik keumatan, yang bertujuan untuk menyatukan umat dalam kerangka kebangsaan.
“Dulu, Nabi berbicara politik di masjid itu adalah politik keumatan yang mempersatukan banyak perbedaan. Saat ini justru terbalik, terkadang masjid digunakan sebagai alat politik yang memecah belah yang sebelumnya sudah bersatu sebagai warga negara,” paparnya.
Gus Men berharap, penggunaan masjid sebagai alat politik tidak lagi terjadi. “Kita sama-sama memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan bahwa peran masjid di masyarakat dapat membawa semangat persatuan dan kesatuan,” tandasnya.
Wcp/Mr



