Padang, Bimas Islam --- Wanita paruh baya ini tak bisa menyembunyikan perasaan haru yang menyeruak di hatinya. Dengan tulus, ia menuntun anak semata wayangnya yang kini telah tumbuh menjadi remaja.
Remaja 17 tahun yang dituntunnya itu bukan anak biasa. Ia jelas istimewa. Matanya memang tak bisa melihat. Tapi hatinya, bersinar terang karena akrab dengan Kalam-Kalam Tuhan.
"Saya gak pernah memaksa Aura. Saya hanya mengenalkan. Dari kecil, Aura saya les-kan vokal, piano, keyboard, bahasa inggris, komputer," kata orang tua dari Aura saat berbincang dengan Bimas Islam di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang, Selasa (17/11/20) usai tampil pada MTQ Nasional XXVIII Cabang Seni Baca Qur'an Golongan Tilawah Disabilitas Netra.
Aura mengaku telah diajari Al-Qur'an oleh ibundanya sejak 3 tahun dengan hafalan ayat dan surat pendek. Pada usia 8 tahun, Aura belajar Al-Qur'an Braille pada Kak Bintang.
Tiga tahun berikutnya, pada usia 11 tahun, Aura mengikuti MTQ yang pertama kali di tingkat provinsi. Aura berhasil mendapatkan peringkat tiga. Menurut sang bunda, Aura memang seorang remaja yang bersemangat.
"Saya gak pernah merasa lelah. Karena Aura selalu bersemangat. Semangat belajarnya tinggi," tambahnya.
Meski menjadi sosok yang pertama kali mengajarkan Al-Qur'an kepada anaknya, sang bunda bertutur rendah hati. Ia mengaku hanya menjadi pengantar.
"Tugas saya nganterin saja. Saya sopirnya ke mana pun dia belajar," ungkapnya.
Memang Bunda Aura hanya mengantarkan. Namun, anak gadisnya itu tak hanya berjaya di Sumatera Utara. Siswi SMA Muhammadiyah 12 Binjai ini pernah menjuarai Lomba MTQ Nasional pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional tahun 2016 di Manado, Sulawesi Utara.
Aura kini langganan mengikuti MTQ tingkat Nasional. MTQ Nasional ke-28 di Sumbar ini merupakan yang kedua. Pada 2018 lalu, Aura mengikuti MTQ Nasional ke-27 di Sumatera Utara.
"Harus semangat belajar Al-Qur'an. Karena Qur'an merupakan kalamullah, perkataan Allah. Sudah kewajiban kita untuk mempelajarinya," tutur Aura.
Di akhir perbincangannya dengan Bimas Islam, Aura menyampaikan pesan yang patut menjadi renungan. Meski pesan ini ia tunjukkan kepada kawan-kawannya sesama tuna netra, sejatinya pesan Aura menjadi sindiran telak bagi kita yang normal namun kerap lalai dan banyak beralasan hingga tak berinteraksi dengan Al-Qur'an yang mulia.
"Untuk anak-anak seperti saya, terus bersemangat. Kalian pasti bisa karena sudah banyak contohnya, seperti saya dan kakak-kakak yang lain," pungkas Aura.
(bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



