Padang, Bimas Islam --- Salah satu Cabang pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) adalah Cabang Syarhil Qur’an. Seperti apa cabang yang satu ini? Yuk kita mengenalnya lebih dalam.
Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) adalah bidang musabaqah yang mengungkapkan isi kandungan Al-Qur’an dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi, terjemah dan uraian yang menunjukan kesatuan yang serasi.
Materi musabaqah adalah berbagai topik yang memiliki landasan ayat-ayat Al-Qur’an yang terdiri atas aqidah, ibadah, akhlak, kemasyarakatan/muamalah, dan lainnya.
Ketua Dewan Hakim Cabang MSQ, Huzaemah T. Yanggo mengungkapkan MSQ adalah cabang yang cukup istimewa, di mana peserta dituntut menjelaskan isi kandungan Al-Qur’an dengan ketepatan penerjemahan.
“Peserta akan dinilai bagaimana menjelaskan dan ketepatan penterjemahan,” katanya, Senin (16/11).
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Ketua MUI Bidang Fatwa ini menambahkan, semua peserta Syarhil akan dinilai retorika dan penghayatan. Selain itu, retorika dan gaya bahasa serta mimik juga menjadi penilaian tersendiri.
“Sesuai apa tidak antara topik, aksen. Kalau dari penampilan, mimik dan ekspresi,” terangnya.
Syarhil Qur’an adalah salah satu cabang MTQ yang dibawakan secara grup. Masing-masing anggota grup memiliki fungsi dan tugas sendiri dan tetap dalam kesatuan grup. Penilaian cabang ini meliputi seluruh komponen yang ada.
Sebanyak 64 grup dengan masing-masing 3 orang per grup mengikuti cabang Syarhil Quran dalam ajang Muhasabah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-28 di Provinsi Sumatera Barat.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



