Semarang, bimasislam --- Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ditjen Bimas Islam, Mohsen, meminta penghulu harus terus meningkatkan sumber daya manusianya dalam menghadapi jaman yang selalu berubah. Saat ini Indonesia tengah berada di era revolusi industri 4.0 dimana penghulu juga harus siap menghadapinya.
Hal itu ditegaskan Mohsen saat memberikan pembinaan kepada penghulu dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bagi Penghulu di Provinsi Jawa Tengah, Rabu (22/5) di Semarang.
Menurut Mohsen, tanggung jawab pengembangan SDM penghulu tidak cukup dilakukan oleh instansi pembina tapi yang paling penting oleh diri masing-masing penghulu itu sendiri.
"Jangan menunggu secara institusi kapan (ada) kesempatan mengembangkan diri," ujarnya.
Meski demikian, lanjut dia, pihaknya selaku instansi pembina akan terus mendorong peningkatan SDM penghulu. Mohsen menyebutkan, Ditjen Bimas Islam telah membuat program-program yang mendukung peningkatan SDM penghulu, seperti lomba bahsul kutub, lomba larya tulis ilmiah bagi penghulu dan capacity building di beberapa tempat.
"Termasuk kegiatan bimtek penyusunan karya tulis ilmiah ini. Bimtek ini merupakan salah satu upaya sungguh-sungguh untuk meningkatkan SDM penghulu," paparnya.
Penghulu, kata Mohsen, dapat mengembangkan SDMnya dengan banyak cara, seperti melanjutkan pendidikan formal ke jenjang berikutnya, rajin membaca dan menulis serta selalu mengikuti pelatihan teknis dalam bidang kepenghuluan dan pemanfaatan teknologi informasi.
"Perlu juga didorong untuk meningkatkan pendidikan ke jenjang S2 dengan pemberian beasiswa. Kita juga harus memberi penghargaan kepada penghulu yang berprestasi," ujar Mohsen.
Mantan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam ini melanjutkan, saat ini pemanfaatan teknologi sangat penting dilakukan untuk memudahkan dalam pelaksanaan tugas. Ke depan, menurutnya, kekurangan tenaga penghulu di KUA Kecamatan bisa diatasi oleh rekayasa teknologi, sehingga tidak lagi bergantung pada tenaga manusia.
Kasi Bina Kepenghuluan Wilayah I Ditjen Bimas Islam, Burhanuddin, menambahkan, kegiatan Bimtek Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Semarang yang diikuti oleh 50 orang penghulu se Provinsi Jawa Tengah ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan penghulu dalam menyusun karya tulis ilmiah. Sebab, katanya, pembuatan karya tulis ilmiah merupakan kewajiban bagi penghulu yang akan naik ke jenjang jabatan berikutnya.
Menurut Burhan, kegiatan yang menghadirkan narasumber seorang peneliti dan penulis buku dari Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Abdul Jamil Wahab ini, akan dihelat di provinsi lainnya menyesuaikan anggaran yang tersedia.
Penulis : Insan Khoirul Qolbi
Editor : Insan Khoirul Qolbi
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



