Menurutnya, tartil eksekutif merupakan cabang lomba untuk pejabat tingkat Eselon II se-Sumbar. "Tartil eksekutif ini diikuti pejabat tingkat Eselon II perwakilan kabupaten-kota se-Sumbar. Cabang ini sudah diperlombakan sejak MTQ ke 38, tahun 2019 di Kota Solok," jelas Yufrizal, Jumat (15/12/23).
Dikatakan Yufrizal, tartil eksekutif merupakan inovasi yang menarik untuk memeriahkan pelaksanaan MTQ. Menurutnya, selain sebagai ajang silaturahmi para pejabat dari berbagai daerah. Tartil eksekutif diharapkan menjadi motivasi bagi para pejabat untuk mempelajari dan mendalami Al Quran.
“Lomba ini diikuti 16 pejabat Eselon II di se-Sumbar, 10 di antaranya laki-laki dan 6 orang perwakilan perempuan. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kecintaan kita pada Al-Qur’an,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Limapuluh Kota, Ayu Mitria Fadri mengaku senang dengan digelarnya lomba tersebut.
"Kegiatan ini secara tak langsung mengingatkan kepada kita bahwa Al-Qur’an harus terus kita baca supaya lancar dan mudah dipahami," katanya.
Meski sempat grogi saat melantunkan Ayat Al-Qur’an di hadapan dewan juri dan khalayak, tapi Ayu merasa tartil itu menjadi siraman rohani di sela kesibukan sebagai pejabat, istri, dan orang tua.
"Saya yakin membaca Al-Qur’an akan membuat hati kita menjadi tenang. Saat hati gelisah, bacalah Al-Qur’an, maka hati akan kembali tenang. Ini adalah warisan dan wahyu yang harus kita jaga," pungkasnya.
An/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



