Terkait itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,8 miliar untuk perhelatan tersebut.
“Dana tersebut, sebagian besar, sekitar Rp2,5 miliar, akan digunakan untuk membangun panggung utama permanen di Alun-Alun Kota Taliwang,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Sumbawa Barat, Syahril pada rapat koordinasi persiapan MTQ 2024 di Mataram, Selasa (16/1/2024).
Syahrial menjelaskan, desain tiga dimensi panggung utama MTQ sudah selesai, dengan fokus pada fasilitas ramah anak dan disabilitas. Ia berharap, panggung tersebut tidak hanya berfungsi untuk MTQ provinsi, tetapi juga dapat digunakan untuk kegiatan lain dalam skala besar.
Selain itu, imbuhnya, dana juga dialokasikan untuk pembangunan taman sekitar Rp1,33 miliar, lampu penerangan sekitar Rp200 juta, dan pembangunan 14 lapak kontainer dengan total dana sekitar Rp700 juta.
“Lapak tersebut nantinya akan menjadi tempat bagi pedagang yang saat ini berjualan di sekitar Alun-Alun Kota Taliwang,” terang Syahrial.
Dengan total anggaran Rp5,8 miliar, Pemkab Sumbawa Barat berkomitmen agar MTQ Provinsi NTB 2024 menjadi acara yang sukses, memanfaatkan fasilitas yang dibangun tidak hanya untuk kegiatan MTQ, tetapi juga untuk berbagai acara besar lainnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



