Bogor, Bimas Islam --- Direktur Bina Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah, Ditjen Bimas Islam, Muharam Marzuki mengatakan, wawasan pernikahan di Indonesia memiliki cakupan yang luas dan berserakan di berbagai referensi. Karenanya perlu dikodifikasi dalam satu buku, yaitu ensiklopedia pernikahan.
“Istilah-istilah pernikahan itu sangat banyak dan berserakan di sana-sini, yang tahu selama ini hanya pejabat teknis dan penghulu. Makanya perlu kita catat dan bukukan untuk disebarluaskan nantinya,” ujar Muharam saat menyampaikan gagasannya tentang Ensiklopedia Pernikahan di hadapan pengurus dan anggota Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) di Bogor, Jumat (16/10).
Menurut Muharam, “Ensiklopedia Pernikahan” lebih tepat disematkan pada judul ensiklopedia tersebut karena pernikahan memiliki cakupan yang sangat luas baik tentang istilah maupun wawasan tentang pernikahan lainnya.
“Saya selama beberapa kali menjadi penilai usul angka kredit penghulu banyak sekali membaca karya ilmiah tentang pernikahan yang ditulis oleh penghulu. Saya berpikir yang seperti ini juga perlu kita kumpulkan dan masukkan dalam ensiklopedia tersebut,” terangnya.
Mantan Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan ini mengimbuhkan, dalam penyusunan ensiklopedia pernikahan tersebut, pihaknya melibatkan penghulu yang tergabung dalam APRI karena dianggap paling mengetahui tentang seluk beluk pernikahan.
Penghulu, kata Muharam, akan menjadi kontributor dan entri utama dalam mengisi ensiklopedia pernikahan. Untuk tahap pertama ini, penghulu diminta mengumpulkan dan menginventarisasi istilah-istilah yang akan dimasukkan dalam ensiklopedia tersebut.
“Kami harap penghulu nanti berikan sumbangan pemikiran istilah mana saja yang kita inginkan lalu kita sampaikan kepada dewan redaksi. Kita harus buat berapapun jumlahnya, mau ada 500 atau 1000 istilah tidak masalah,” demikian Muharam.
(Insan Khoirul Qolbi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



