Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, memaparkan strategi Kementerian Agama dalam memaksimalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana bimbingan dan penyuluhan agama.
Hal itu disampaikan Zayadi dalam acara Diseminasi Hasil Evaluasi Layanan Keagamaan di KUA Kecamatan Pasca Revitalisasi dan Evaluasi Profesionalisme serta Literasi Digital Penyuluh Agama Fungsional di Wilayah Indonesia Bagian Barat tahun 2023, yang digelar di Cibubur, Jakarta pada Rabu (8/11/2023).
Zayadi menekankan pentingnya Penyuluh Agama Islam (PAI) meningkatkan literasi digital, sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan teknologi yang memungkinkan penyuluhan agama tanpa batasan geografis dan waktu.
"Perkembangan teknologi membuka peluang interaksi sosial tanpa batasan waktu, dan inilah alasan mengapa PAI perlu memiliki eksistensi di dunia digital untuk menjangkau lebih banyak publik," ungkap Zayadi.
Ia menjelaskan, Ditjen Bimas Islam telah berupaya meningkatkan kompetensi literasi digital melalui berbagai pelatihan, termasuk pembuatan video dakwah, pemberian beasiswa bagi individu berbakat dalam dunia digital, seminar literasi digital, serta bimbingan teknis pengelolaan media sosial sebagai sarana penyuluhan.
"Kami telah berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Thematic Academy, Digital Entrepreneurship Academy, dan Government Transformation Academy. Kerja sama ini menghasilkan 61 pelatih dari kalangan penyuluh dan melibatkan 3.000 penyuluh untuk menyediakan penyuluhan melalui platform digital," ujar Zayadi.
Upaya ini, imbuhnya, mencapai eksposur yang signifikan di media sosial melalui hashtag dan peningkatan kata kunci dalam mesin pencarian Google. Kata kunci seperti "penyuluh agama Islam" dan tagar #penyuluhagamaislam hadir dan terus meningkatkan konten-konten penyuluhan.
Ke depan, Zayadi menjelaskan bahwa pada tahun 2024, langkah-langkah berkelanjutan akan dilakukan melalui kolaborasi dan kerja sama. Penggunaan media penyuluhan yang baru, termasuk aplikasi terbaru, dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan program ini.
"Kami akan terus berkerja sama dengan Kemenkominfo, Radio Republik Indonesia (RRI), platform media sosial seperti TikTok, Google, dan lainnya, serta situs-situs keislaman. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak ini, kami berharap tercipta akses yang lebih luas bagi PAI untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai platform media keislaman," pungkas Zayadi.
Fn/Mr



