Jakarta, Bimas Islam-- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumatra Barat (Sumbar) merencanakan pemetaan wilayah dakwah setelah suksesnya program Dai 3T di daerah tersebut. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait materi dakwah di masing-masing wilayah.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin, menyampaikan rasa terima kasih kepada para dai yang telah berdakwah di daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T), terutama di Kepulauan Mentawai. "Program Syiar Ramadan ini menjadi wujud nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah umat, terutama di daerah 3T," ungkap Mahyudin, Senin (1/4/2024).
Menurut Mahyudin, program dakwah Dai 3T harus terus dilakukan di luar bulan Ramadan, sebab kebutuhan masyarakat terhadap bimbingan keagamaan, terutama di daerah terpencil, masih besar. Kanwil Kemenag Sumbar akan melakukan pemetaan dakwah yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat, dengan memberi perhatian khusus pada Kepulauan Mentawai yang memiliki jumlah mualaf yang cukup banyak.
"Di daerah yang minoritas Muslim, dibutuhkan dai yang bisa memberi pemahaman dan pengamalan ajaran agama serta memahami persoalan-persoalan khilafiyah," ujar Mahyudin.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf, Yufrizal, melaporkan, para dai yang ditugaskan di Sumbar memiliki beragam metode untuk menyebarkan pesan keislaman. Metode tersebut antara lain _door to door_, di mana dai mendatangi rumah masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman, serta melalui kegiatan sosial keagamaan seperti dakwah bil hal. Yufrizal juga menyampaikan lokasi penempatan dai di Kabupaten Kepulauan Mentawai, termasuk di jorong Sikakap, Desa Sioban, dan Desa Sikabaluan.
Di antara penempatan dai adalah H. Amal Khairat, Lc., M.A di jorong Sikakap, Ali Fasya, S.Hum di Dusun Paddarai, Muhammad Abdul Hafiz, M.M di Dusun Pokai Desa Sikabaluan, Melgi Ardi, S.Ag., M.E di Dusun Sotboyak Desa Sikabaluan, dan Selamat Safei Salalatek, S.Pd di Desa Muntei Dusun Puro.
Fn/Mr



