“Berdasarkan hasil melalui wawancara dan kuisioner terhadap 667 responden di 26 KUA revitalisasi dan 26 non revitalisasi, menunjukan bahwa masyarakat menyambut baik dan senang dengan dengan perubahan yang dilakukan,” ujarnya.
Dikatakannya, masyarakat telah merasakan adanya layanan keagamaan di KUA selain pencatatan nikah, misalnya tentang pembinaan keluarga sakinah atau layanan Bimbingan Perkawinan (Bimwin).
“Bahkan di beberapa tempat, Bimwin itu diselenggarakan secara mandiri karena peminatnya semakin banyak,” paparnya.
Kemudian, menurutnya, masyarakat banyak merasakan manfaat dari layanan kemasjidan, hisab dan rukyat, bimbingan dan penerangan agama Islam, serta bimbingan zakat dan wakaf.
“Pemahaman responden, meskipun beragam, pada prinsipnya mereka punya pemahaman yang sama terhadap revitalisasi KUA. Masyarakat berharap adanya perubahan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, hasil penelitian itu dilakukan menggunakan tiga metode, yaitu observasi melihat langsung ke lapangan, wawancara secara kualitatif untuk mendapat respons, kemudian feedback dari masyarakat.
An/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



