Dalam sambutannya, Waryono menekankan pentingnya amanah dan kepatuhan terhadap regulasi bagi pengurus BWI yang baru saja dilantik. Menurutnya, amanah menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap BWI sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan wakaf.
"Kami mengingatkan pengurus BWI yang baru dilantik agar amanah dan mematuhi regulasi dalam menjalankan tugas," ujarnya.
Dia mengungkapkan, kepatuhan terhadap regulasi merupakan langkah untuk melindungi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan wakaf, termasuk pengurus, wakif, nazir, dan penerima manfaat. Regulasi yang jelas dan diterapkan dengan baik diharapkan dapat mengurangi risiko konflik atau penyalahgunaan yang merugikan semua pihak.
Waryono mengapresiasi pelantikan pengurus BWI Provinsi Jawa Barat serta memberi penghargaan kepada para pejuang wakaf di wilayah tersebut.
"Saya sangat mengapresiasi pelantikan pengurus BWI Provinsi Jawa Barat dan pemberian penghargaan kepada para pejuang perwakafan di Provinsi Jawa Barat, semoga dapat terus memotivasi para pejuang perwakafan lainnya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BWI, M. Nuh, dalam sambutannya menekankan, mengelola wakaf bukan hanya soal keikhlasan, tetapi juga membutuhkan jiwa entrepreneur. "Mengurus wakaf tak bisa biasa-biasa saja. Harus ada sentuhan entrepreneur dan pemanfaatan teknologi untuk lompatan luar biasa," katanya.
Ia juga menyampaikan perlunya sosialisasi BWI untuk memperjelas perbedaan antara wakaf dan zakat, serta pentingnya pengelolaan wakaf dengan pendekatan entrepreneur.
"Sosialisasi BWI pun perlu digencarkan, karena banyak yang belum memahami perbedaan wakaf dan zakat. Wakaf tak boleh dibagi langsung, tapi diolah dulu. Pengurusnya (nazir) boleh dapat 10% dan harus berjiwa entrepreneur. Baik hati saja tak cukup," pungkasnya.
Andayani/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



