Yogyakarta, Bimas Islam --- Tantangan tugas penghulu dan penyuluh masa kini tentu semakin beragam. Terlebih kemajuan Teknologi Informasi (TI) yang sangat pesat. Penghulu dan penyuluh yang notabene merupakan garda terdepan Kementerian Agama perlu melakukan terobosan strategi berdakwah di era media sosial sekarang.
“Ada lima rekomendasi yang perlu ditempuh penghulu dan penyuluh yakni kreativitas dakwah, model dakwah kekinian, penyebaran konten dakwah, optimalisasi pelatihan dan jalin kerjasama dengan Subbag Umum dan Humas untuk tingkatan Kantor Wilayah,” tandas Kakanwil Kemenag DIY, Edhi Gunawan, Rabu (21/10/2020) malam.
Ia menjelaskan hal itu saat membuka Pelatihan Komunikasi Kehumasan Melalui Media Kreatif bagi Penghulu dan Penyuluh DIY. Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta ini dijadwalkan berjalan tiga hari berakhir pada Jumat (23/10/2020) mendatang.
“Peran penting penghulu dan penyuluh agama diperlukan kehadirannya di tengah masyarakat. Namun karena pandemi, diperlukan strategi dakwah yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi terkini,” jelas Edhi. Ia meminta kepada kedua jabatan fungsional itu untuk memperkaya dan membekali diri dengan kemampuan memproduksi konten dakwah kekinian.
“Juga perlu diingat terkait penyebaran konten seperti berita, tulisan, infografis atau video dapat ditayangkan melalui website dan media sosial Kantor Wilayah agar menjangkau lebih luas,” imbuh Kakanwil yang dalam kesempatan ini didampingi Kabag Tata Usaha Wahib Jamil selalu moderator.
Pihaknya juga meminta kepada peserta pelatihan untuk mengikuti secara optimal. “Pelatihan Komunikasi Kehumasan ini sangat strategis untuk meningkatkan kemampuan, skill dan ketrampilan Penghulu dan Penyuluh dalam memproduksi konten dakwah,” urai Edhi seraya berpesan kepada penghulu dan penyuluh jangan ragu komunikasi dengan Subbag Umum dan Humas Kantor Wilayah.
Sementara Ketua Penyelenggara kegiatan, Sigit Kamseno yang juga Kasubbag Sistem Informasi dan Hubungan Masyarakat Ditjen Bimas Islam Kemenag menyebut bahwa pelatihan diikuti 70 peserta. “Sebagian besar adalah penghulu dan penyuluh ditambah unsur dari Bidang Urusan Agama Islam dan Bidang Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag DIY,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, peserta akan diajak belajar membuat video menggunakan aplikasi editing yang ada di smartphone./bap
(diy.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



