Dilansir dari Kanal Youtube Sekretariat Presiden, presiden berharap, pembangunan Masjid Negara IKN dapat merepresentasikan kemajemukan Indonesia dan sarana dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Selain itu, presiden juga berharap masjid tersebut bisa menjadi contoh pembangunan masjid dunia.
“Saya berharap Masjid Negara ini akan merepresentasikan kemajemukan Indonesia dan sarana untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Tempat yang nyaman bagi umat Muslim melakukan berbagai aktivitas keagamaan, aktivitas sosial lainnya, dan menjadi simbol untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama di Ibu Kota Nusantara kita," ujar Presiden.
Presiden juga mengatakan, Masjid Negara IKN ditargetkan rampung di akhir tahun. “Masjid ini juga dilengkapi dengan infrastruktur kawasan, seperti lanskap, utilitas kawasan tentu saja jalan, dan jembatan dan dibangun kurang-lebih 400 hari kalender. Ditargetkan akhir tahun ini saya dibisiki, bisa selesai, Insya Allah bisa selesai," ucap presiden.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya melaporkan, rencananya masjid seluas 5 hektar tersebut dapat menampung 61.392 orang. Menag juga mengatakan, pembangunan Masjid Negara membawa dua pesan strategis bagi Indonesia.
“Pembangunan Masjid Negara ini setidaknya membawa dua pesan strategis bagi bangsa Indonesia. Pertama, pada area ini akan didirikan masjid negara dan nantinya bangunan peribadatan lainnya. Hal ini secara simbolis melambangkan kerukunan beragama dan nilai toleransi di Republik Indonesia; Kedua, secara filosofi, bangunan ini merujuk nilai-nilai dari Al Qur’an, yaitu harus menjaga keseimbangan Habluminallah dan Habluminannas,” ungkap Menag.
Menag juga menuturkan, pembangunan Masjid Negara tetap memerhatikan kekuatan spiritual dalam menyertai gerak langkah pembangunan proyek strategis nasional IKN. Menag optimis, pembangunan Masjid Negara tersebut dapat menjadi contoh bahwa pembangunan suatu negara perlu dilandasi dengan keagamaan dan nilai ketuhanan.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin menyampaikan, tim dari Kemenag telah melakukan verifikasi arah kiblat Masjid Negara di IKN Jumat (12/1/2023) lalu. Verifikasi yang dilakukan adalah dengan menghitung azimut kiblat, kemudian dikalibrasi dengan azimut matahari yang didapatkan dengan alat theodolite dan software Suncalc.org serta aplikasi Syamsul Qibla Kemenag.
Prosesi peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh pejabat lingkungan Direktorat Jenderal Bimas Islam, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Adib, serta Kasubdit Kemasjidan Akmal Salim Ruhana.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



