Menariknya, meskipun berasal dari Sumatra Utara dengan lingkungan masyarakat yang heterogen, Fathir menghadapi tantangan yang unik di Aceh, yang meskipun homogen secara agama, memiliki konflik intra-agama yang cukup kompleks. “Tantangan terbesar kami bukanlah konflik antaragama, melainkan konflik di dalam agama sendiri,” ujar Fathir saat dihubungi wartawan Bimas Islam melalui saluran telepon, Kamis (4/1/2024).
Fathir juga menyoroti perbedaan pandangan syariat sebagai pemicu konflik di Aceh. “Di Medan, mungkin ada pertikaian di pasar, tapi di Aceh, konflik sering terjadi di masjid akibat perbedaan pandangan syariat,” tambahnya.
Dengan tekad untuk menyebarluaskan pengalaman dan pengetahuan yang didapat di Abu Dhabi, Fathir berencana memanfaatkan media sosial untuk berdakwah. “Saya akan berbagi informasi dan pengalaman kepada sesama penyuluh agama, serta berfokus pada pembentukan brand dakwah di Instagram dan media sosial lainnya,” ungkapnya.
Fathir juga berencana untuk lebih memperkuat nilai-nilai washatiyah dengan melibatkan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama).
“Tujuan saya adalah memperkuat pesan dakwah di tengah dinamika masyarakat Aceh yang memiliki perbedaan pandangan syariat. Melalui upaya ini, saya berharap dapat menciptakan pemahaman yang lebih baik di tengah komunitas agama di Aceh,” papar pemuda berusia 27 tahun itu.
Saat ini, Fathir Nurasykim, penyuluh agama yang memiliki pengalaman luas, siap berkontribusi dalam menjaga kerukunan di Aceh.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



