Belitung, Bimas Islam -- Syarah Oktrissyanti, Penyuluh Agama Islam (PAI) asal Tanjungpandan, Kabupaten Belitung berhasil meraih juara pertama dalam ajang PAI Award 2024 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Prestasi ini diraih melalui karya tulis ilmiah berjudul “Penerapan Metode Talaqqi dan Tikrar dalam Meningkatkan Literasi Al-Qur’an di Desa Air Merbau”.
Syarah berhasil unggul dengan karyanya yang mengangkat metode talaqqi, pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang berfokus pada pembacaan langsung antara pengajar dan murid. Dalam karyanya, Syarah menjelaskan bahwa metode talaqqiefektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an dan memberantas buta aksara Al-Qur’an di masyarakat.
“Hadis riwayat Al-Bukhari tentang Keutamaan Belajar Al-Qur’an menjadi latar belakang saya memilih penyuluhan bidang Peningkatan Literasi Al-Qur’an. Saya berharap ibu-ibu majelis taklim, remaja, dan anak-anak dibimbing dalam membaca, menulis, menadaburi, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (8/6/2024).
Dikatakan Syarah, metode talaqqi berfokus pada pendengaran dan peniruan langsung, sehingga peserta dapat menangkap intonasi dan pengucapan yang benar. “Melalui talaqqi, para ibu-ibu bisa mendengar dan menirukan secara langsung, sehingga kesalahan dalam bacaan bisa dikurangi,” sambungnya.
Namun, pembelajaran tidak berhenti di sana. Untuk membantu para peserta menghafal Al-Qur’an, Syarah memperkenalkan metode tikrar, sebuah metode melakukan sesuatu dengan cara teratur dan berulang-ulang, sehingga memungkinkan peserta menghafal tanpa merasa terbebani.
“Proses pengulangan ini membuat peserta merasa lebih ringan dan tidak tertekan dalam menghafal,” ungkapnya.
Inovasi lain yang dilakukan Syarah adalah menggunakan ponsel sebagai sarana belajar. “Supaya anak-anak dan remaja tertarik membaca Al-Qur’an, saya membuat kuis menggunakan ponsel, sehingga ponsel bisa digunakan untuk hal positif bagi generasi Z. Saya juga menggunakan ponsel untuk membaca dan menghafalkan Al-Qur’an dengan menginstal aplikasi Al-Qur’an,” imbuhnya.
Syarah berharap, metode talaqqi dan ,tikrar yang ia terapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengajar Al-Qur’an lainnya. Ia menjelaskan, kedua metode tersebut bukan hanya teknik pembelajaran, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pemahaman dan hafalan ayat-ayat suci-Nya.
“Tujuan utama saya agar semakin banyak orang yang bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar. Semoga upaya kecil ini bisa memberi manfaat yang besar,” tutup Syarah dengan senyum penuh harap.
Keberhasilan Syarah pada ajang PAI Award 2024 tidak hanya berhenti di tingkat provinsi. Prestasi ini membawanya maju ke tingkat nasional, di mana ia akan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam kompetisi serupa. Dengan persiapan yang matang dan dedikasi yang tinggi, Syarah optimis dapat memberi penampilan terbaik di tingkat nasional.
Ajang PAI Award merupakan gelaran bergengsi yang dihelat setiap tahun dengan tujuan meningkatkan kompetensi dan inovasi para penyuluh agama. Kategori Peningkatan Literasi Al-Qur’an sendiri menjadi salah satu kategori utama, mengingat pentingnya pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.
Aris W Nurahajo/Wcp



