Ogan Ilir, Bimas Islam --- Krisis pangan dan ekonomi menghantui Indonesia sebagai dampak pandemi saat ini. Namun pandemi Covid-19 bagi anggota majelis taklim wirausaha atta'awun desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan dinilai sebagai berkah pasalnya pandemi ini tidak begitu dirasakan dampaknya secara ekonomi.
“Hasil tani masa pandemi justru harga jual di pasaran meningkat dua kali lipat dari biasanya,”jelas Agung Nugroho salah seorang anggota majelis taklim, Rabu (24/06).
Majelis taklim wirausaha atta'awun bentukan Penyuluh Agama Islam ini memiliki sumber pendanaan dari zakat profesi Masjid Al Ikhlas, selain dari dana kaum aghniya' yang dipercayakan kepada majelis taklim.
Di akhir tahun 2019, dikatakan Hanafi, wirausaha ini mendapatkan bantuan dana dari Yayasan Baitul Mal Bank BRI hampir Rp.500juta.
“Anggota majelis taklim yang mayoritas petani sayur ini sebagian besar mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa bagi hasil,” tutur Hanafi yang sering mendapatkan julukan penyuluh kangkung di Sumatera Selatan.
Hanafi menambahkan, bahwa yang ia lakukan bukan berarti dirinya berpindah menjadi Penyuluh Pertanian, akan tetapi Penyuluhan Agama Islam denganpendekatan dakwah bidang ekonomi dan pembangunan, dimana masyarakat binaannya mayoritas petani sayur.
Ketahanan pangan dan holtikultura binaan penyuluh kangkung itu telah teruji di masa pandemi yang meluluhlantahkan ekonomi dunia. Tepatnya tanggal 6 Juni yang lalu para anggota DPRD Ogan Ilir, DPRD Provinsi Sumatera Selatan, dan staf DPR RI menyempatkan diri bersilaturahim dengan para petani dan berbincang tentang ketahanan pangan di Pulau Semambu.
(alif/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



