Acara tersebut dipandu Burhanuddin Hamal, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Tinambung, yang melibatkan jemaah masjid setempat untuk mempelajari Al-Qur’an.
“Tujuan Tahsin adalah untuk memperbaiki bacaan Qur’an sesuai ilmu tajwid. Kami intens menggelar kegiatan ini, agar dapat mengundang masyarakat untuk semangat mempelajari Al-Qur’an, sehingga dapat berkontribusi memberantas buta aksara Qur’an,” ungkapnya.
Burhan menyebut, tahsin Qur’an merupakan cermin keimanan seorang umat Muslim terhadap kitab sucinya. “Orang yang memelihara bacaan Qur’an itu mencerminkan kualitas keimanannya. Kalau Al-Qur’an mampu dijaga dengan baik, maka akan berdampak terhadap hubungan yang baik di tengah kehidupan sosial,” ulasnya.
Menurut Burhan, kegiatan yang digelar di masjid itu juga berupaya meningkatkan peran dan fungsi masjid sebagai pusat literasi keagamaan bagi masyarakat.
“Peserta tidak hanya melakukan rutinitas salat berjemaah, tetapi juga menggagas sinergi dengan kegiatan keagamaan lain untuk memahami peran dan fungsi masjid,” tandasnya.
Wcp/Mr



