Acara tersebut dipandu Burhanuddin Hamal, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Tinambung, yang melibatkan jemaah masjid setempat untuk mempelajari Al-Qur’an.
“Tujuan Tahsin adalah untuk memperbaiki bacaan Qur’an sesuai ilmu tajwid. Kami intens menggelar kegiatan ini, agar dapat mengundang masyarakat untuk semangat mempelajari Al-Qur’an, sehingga dapat berkontribusi memberantas buta aksara Qur’an,” ungkapnya.
Burhan menyebut, tahsin Qur’an merupakan cermin keimanan seorang umat Muslim terhadap kitab sucinya. “Orang yang memelihara bacaan Qur’an itu mencerminkan kualitas keimanannya. Kalau Al-Qur’an mampu dijaga dengan baik, maka akan berdampak terhadap hubungan yang baik di tengah kehidupan sosial,” ulasnya.
Menurut Burhan, kegiatan yang digelar di masjid itu juga berupaya meningkatkan peran dan fungsi masjid sebagai pusat literasi keagamaan bagi masyarakat.
“Peserta tidak hanya melakukan rutinitas salat berjemaah, tetapi juga menggagas sinergi dengan kegiatan keagamaan lain untuk memahami peran dan fungsi masjid,” tandasnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



