Kasubdit Penyuluh Agama Islam, Amirullah mengatakan, komitmen ini berisi kesediaan untuk mampu menyukseskan program KMB dan mengibarkan bendera IPARI demi memperjuangkan kesejahteraan penyuluh agama.
"Saya ingin mendengarkan komitmen masing-masing perwakilan daerah, apakah kita mampu menjalankan KMB, membentangkan bendera IPARI. Karena ini sangat berpengaruh kepada kualitas penyuluh ke depan," tegas Amir saat menutup Rakernas IPARI di Jakarta, Jumat (8/3/2024).
Amir menegaskan, IPARI tidak boleh hanya menjadi batu loncatan, karena akan menghasilkan penyuluh agama yang biasa-biasa saja. Ia mendorong kepada para pengurus IPARI untuk menunjukkan bahwa IPARI adalah organisasi besar.
"Tunjukkan bahwa kita adalah macan, bahwa kita hebat, bahwa kita luar biasa, kalau merasa ini biasa-biasa saja, saya yakin akan biasa-biasa saja. Saya yakin IPARI bukan organisasi kecil, karena kita punya struktur hingga kecamatan," ungkap Amir.
Terakhir, Amir mengungkapkan, penyuluh agama harus memastikan bahwa profesi yang diembannya dijalankan dengan hati dan penuh pengabdian.
Fn/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



