Jakarta, Bimas Islam --- Pokjaluh Kankemenag Kabupaten Cilacap melaksanakan kegiatan rutin Bimbingan Konseling yang dilaksanakan di Lapas High Risk Kelas IA Batu Narapidana Narkoba Nusakambangan, Sebuah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang menerapkan Super Maximum Securitydengan Penempatan One Man One Cell, yang tidak memungkinkan berkumpulnya para warga binaan di satu ruangan,.
Memasuki masa new normal, Penyuluh Agama Islam mulai kembali beraktifitas melakukan Bimbingan Konseling di lapas Kelas IA Batu Nusakambangan. Kegiatan Bimbingan Konseling yang sudah berjalan enam bulan terakhir ini, diinisiasi dan dikoordinasi oleh Ketua Pokjaluh Cilacap‘Aid Mustaqim.
Tim Penyuluh Agama Islam dalam program Bimbingan Konseling di Lapas Nusakambangan terjadwal secara rutin tiap minggunya.
“Terrdiri dari empat orang, yaitu Juwahir setiap hari Senin,Slamet Munir setiap hari Selasa, 'Aid Mustaqim setiap hari Rabu,dan Salim setiap hari Kamis,” jelas Mustaqim, Selasa (23/06).
Mustaqim menambahkan, bahwa Penyuluh Agama Islam dalam melakukan bimbingan konseling pada satu harinya dengan dua narapidana Lapas Nusakambangan.
Bimbingan Konseling merupakan tindaklanjut MoU Kemenkumham dan Kemenag RI Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pendidikan, Pembinaan dan Bimbingan Keagamaan Bagi Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan. Dilanjutkan dengan MoU Kankemanag Kabupaten Cilacap dengan Lapas Kelas IA Batu Nusakambangan.
“Jadi Kegiatan Bimbingan Konseling tersebut sebagai wujud sinergitas antara Kementerian Agama dan Kemenkum HAM,” ujar Mustaqim.
“Diharapkan penyuluh dapat menyentuh hati para narapidana hingga mereka merasakan kehadiran perasaan beragama mereka dan peningkatan spiritualitas,” tutup Mustaqim.
(alif-nhk/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



