Jakarta, Bimas Islam -- Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk memperbanyak pintu-pintu donasi dana sosial keagamaan. Selain mempermudah, kemajuan teknologi digital menurutnya akan memberi peluang besar dalam menyukseskan program lembaga filantropi Islam.
"Kita harus memperbanyak platform digital untuk memperbanyak pintu-pintu donasi," ujarnya dalam kegiatan Ngaji Zakat Wakaf (Zawa) yang digelar Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf bertema Inovasi dalam Pengumpul dan Pengelola Zakat Wakaf di Era Digital melalui Zoom Meeting, Rabu (19/6/2024).
Juwaini menjelaskan, lembaga pengelola zakat wakaf harus beradaptasi, belajar, dan meningkatkan kemampuan untuk memanfaatkan semua sarana digital, baik dari kegiatan-kegiatan perdagangan atau bisnis.
Juwaini juga mengatakan, perkembangan teknologi, jika dikaitkan dengan kegiatan fundraising, sangat terhubung dengan generasi milenial. "Generasi muda, dalam menunaikan zakat dan wakaf, harus terbiasa menggunakan teknologi informasi dan digital," jelasnya.
Selain bermanfaat bagi pengumpulan zakat, Juwaini mengatakan, teknologi digital dan sosial dapat meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat. Peningkatan literasi melalui platform digital akan mempercepat penyebaran informasi tentang zakat.
"Kemajuan teknologi menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab dengan strategi yang komprehensif. Ini peluang kita untuk meningkatkan literasi dan edukasi pada calon donatur karena teknologi ini sangat masif, cepat, dan mudah," ungkapnya.
Juwaini melanjutkan, pemanfaatan teknologi untuk aktivitas pengumpulan dan peningkatan literasi perlu didukung oleh regulator seperti Kemenag dan OJK. Kedua lembaga ini berperan memberi penguatan dari sisi kebijakan.
Kegiatan Ngaji ZaWa tersebut diikuti perwakilan Kanwil Kemenag, Kemenag Kabupaten/Kota, serta penghulu dan penyuluh. Kegiatan itu juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Literasi Zakat Wakaf.
Ba/Mr



