“Ngaji Tata Kelola Zakat secara online, akan menjadi platform berkala untuk pembaruan kebijakan dan pemahaman yang lebih baik dalam upaya pengentasan kemiskinan,” ujar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, Sabtu (3/2/2024).
Waryono menekankan pentingnya peran aktif Kemenag dalam memperkuat kebijakan zakat untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pengentasan kemiskinan.
“Karenanya, sebagai regulator, peran aktif Kemenag dalam memperkuat kebijakan terkait zakat menjadi suatu keharusan,” ungkapnya.
Episode perdana ini mengundang narasumber Wakil Ketua BAZNAS M. Mahdum dan Inspektur Wilayah III Itjen Kemenag Aceng Abdul Aziz.
Dalam kesempatan itu, Mahdum menyoroti keseimbangan yang diperlukan di setiap pilar untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan optimal. “Terdapat empat pilar penting dalam pengelolaan zakat, yaitu penghimpunan, penyaluran, support, dan pengendalian, agar praktik pengelolaan ZIS-DSKL berjalan optimal,” terangnya.
Dalam konteks pengendalian, Mahdum menekankan mekanisme monitoring, evaluasi standar kepatuhan, manajemen risiko, dan audit sebagai aspek penting dalam pengelolaan zakat.
Sementara itu, Aceng Abdul Aziz menguraikan arah kebijakan dan strategi pengawasan tahun 2024. “Poin-poin utamanya mencakup penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan audit, fungsi consultant partner dalam pengelolaan ZIS-DSKL, kolaborasi dalam peningkatan pengawasan internal BAZNAS, serta penguatan manajemen risiko pada LAZ,” pungkasnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



