Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama melaksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan 1442 H/2020 M, dan bertempat di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama. Hadir sebagai penceramah Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Prof. Dr. Komaruddin Hidayat.
Dalam acara yang bertajuk Spirit Maulid Nabi dalam Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan, Komaruddin Hidayat mengatakan, ada dua tema pokok dari seluruh ajaran Nabi Muhammad SAW, yaitu: ketuhanan dan kemanusiaan.
Untuk mengenal lebih dekat ajaran Islam, dikatakannya, sebaiknya yang pertama dipelajari secara utuh dan mendalam adalah sosok Nabi Muhammad sebagai pembawa atau pendirinya. Dalam hal ini umat Islam merasa beruntung karena sejarah Muhammad tertulis secara lengkap dan hidup dalam sorotan sejarah yang terang benderang sehingga mudah untuk dipelajari dan diteladani kehidupannya.
"Kita diajak untuk merenung dan berfikir dengan membaca ayat-ayat semesta bahwa semua ini tidak datang dengan sendirinya, melainkan diciptakan oleh Allah. Allah Yang Maha Rahman dan Rahim mencipta dan menyediakan ini semua untuk manusia. Manusia adalah makhluk ciptaan tertinggi dengan dilengkapi kecerdasan di atas yang jauh ciptaan lainnya," jelasnya, Kamis (29/10).
"Artinya, di mana pun dan kapan pun seseorang berada, hatinya selalu terhubung dengan Tuhan sehingga mampu mencegah perbuatan keji dan munkar," ungkapnya.
Misi kerasulan Muhammad itu yang ditekankan adalah iman pada Allah, membangun insan bertakwa, dan menyempurnakan akhlak manusia.
"Jika keimanan dan ketaqwaan seseorang sudah kokoh, maka manusia dengan kecerdasannya akan mampu membangun kebudayaan yang menjujung tinggi prinsip keadilan untuk kesejahteraan umat manusia. Cara untuk menjaga kebersihan dan kekuatan hati itu dengan sholat dan dzikir," katanya.
"Jadi, hubungan antara ketuhanan dan peri kemanusiaan tak bisa dipisahkan, jika dua sila itu telah dihayati dan dijalankan, maka akan membuahkan kerukunan, perdamaian dan persatuan antar sesama manusia, dimulai dari rumah kita sendiri yaitu Republik Indonesia," tegasnya.
Dihadiri Menag, Wamenag, serta para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan 1442 H/2020 M disiarkan secara langsung oleh TVRI dan RRI, serta melalui kanal media sosial dan Youtube Kemenag RI.
(Humas Bimas Islam)



