Jakarta, Bimas Islam -- Wakil Menteri Agama (Wamenag), Saiful Rahmat Dasuki mengatakan, semangat hijrah menjadi fondasi kuat untuk membangun kemajuan bangsa. Hal itu, imbuhnya, tengah dilakukan pemerintah dengan upaya menciptakan pusat pemerintahan modern dan berkelanjutan, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Melalui semangat hijrah, tahun baru Islam 1446 H diharapkan menjadi fondasi kuat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. Hal ini terinspirasi dari kisah hijrah Nabi Muhammad SAW,” ujarnya mewakili Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam Peringatan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah bertajuk ‘Semangat Hijrah untuk Menyongsong Nusantara Baru, Indonesia Maju’ di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Wamenag menyebut, dalam Islam, pergantian tahun bukan sekadar siklus kehidupan yang berputar. Lebih dari itu, pergantian tahun ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT bagi orang berakal, yang terjadi karena pergantian malam dan siang. Dengan pergantian itu, terjadi pergantian minggu, bulan, dan tahun.
“Urutan penyebutan malam dan siang dalam Al-Qur’an menjadi kata kunci dalam meraih kesuksesan dan kemajuan individu, kelompok, dan bangsa,” ucapnya.
Wamenag mengungkapkan, Al-Qur’an selalu menyebut malam terlebih dahulu mengisyaratkan bahwa perhitungan waktu dalam Islam dimulai dari awal malam. Ia menjelaskan, penyebutan malam menunjukkan aktivitas manusia mesti dimulai dari semangat spiritual yang menghasilkan ketenangan jiwa, agar semangat aktivitas fisik di siang hari berjalan dengan optimal.
“Banyak orang mengeluh tidak dapat bekerja karena malam harinya tidak bisa tidur, sehingga aktivitas siang menjadi terganggu. Jika manusia mengalami 'malam kegelapan jiwa' dan tidak ada kekuatan spiritual, manusia akan mengalami 'siang kegersangan moral', sehingga berbagai problematika bangsa muncul karena kegelapan jiwa di malam hari,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Wamenag, penyebutan malam didahulukan dari siang untuk mengubah prinsip sebagian manusia dari jargon “usaha dan doa” (mendahulukan usaha fisik dilanjutkan usaha batin), menjadi “doa dan usaha” (mendahulukan usaha batin dilanjutkan usaha fisik).
“Hal ini selaras dengan lirik lagu Indonesia Raya 'Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya', pesan tegas dan lugas bahwa semangat spiritual menjadi fondasi utama untuk meraih dan membangun kemajuan bangsa,” tuturnya.
Dikatakan Wamenag, semangat tahun baru Islam diharapkan dapat memberi optimisme untuk berhijrah ke arah yang lebih baik sebagai bagian dari proses humanisasi bangsa Indonesia menuju ketenangan batin, kecemerlangan akhlak, dan peningkatan etos kerja.
“Semangat tahun baru Islam 1446 H yang kita peringati ini harus diniatkan dan diisi dengan kesalehan individual secara vertikal kepada Allah SWT dan kesalehan sosial secara horizontal kepada sesama manusia demi mencapai kemajuan dan kebahagiaan bersama,” pungkasnya.
Wcp/Mr



