Solo, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya meningkatkan kualitas manajemen masjid di Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memberi penguatan dari sisi regulasi melalui Peraturan Menteri Agama (PMA).
“Kita tengah menyusun regulasi terkait kemasjidan dan berupaya agar Kepdirjen 802 tentang Standar Pembinaan Manajemen Masjid ditingkatkan menjadi PMA sehingga payung hukumnya lebih kuat,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag, Adib dalam kegiatan Penguatan Peta Jalan Kemasjidan di Solo, Senin (24/6/2024).
Inisiatif itu, imbuh Adib, dilakukan untuk mendukung penguatan pengelolaan masjid melalui berbagai program dan regulasi, sekaligus memperkuat posisi masjid dalam menjalankan peran sebagai pusat moderasi beragama.
“Dengan demikian, masjid sebagai pusat moderasi beragama akan semakin kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Sebelumnya, Kemenag telah merilis program Masjid Pelopor Moderasi Beragama (MPMB) pada 2022. Program ini diluncurkan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin di Solo, sebagai langkah strategis untuk membawa perubahan atau transformasi dalam pengelolaan masjid di Indonesia.
Adib mengatakan, program tersebut penting dalam penguatan moderasi beragama. Pada Pemilu yang telah dilalui, menurutnya, masyarakat telah menunjukkan kedewasaan dan kematangan dalam menghadapi dinamika politik. Politisasi masjid terlihat menurun dibandingkan Pemilu sebelumnya, menandakan adanya perubahan positif di masyarakat.
“Masjid tidak boleh menjadi sarana kampanye politik praktis. Hal ini sejalan dengan pengamatan kami bahwa masyarakat semakin matang dalam berdemokrasi, serta hasil penguatan moderasi beragama mulai terlihat. Masjid harus tetap menjadi tempat ibadah yang netral dari kepentingan politik,” tegasnya.
Peran masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial, imbuhnya, juga mesti melibatkan sejumlah tokoh dan komponen masyarakat agar mampu menciptakan lingkungan yang harmonis dan moderat.
“Dengan begitu, masjid akan menjadi tempat yang mampu merangkul semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang perbedaan politik,” tandas Adib.
Wcp/Mr



