Jakarta, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengumpulkan para peneliti untuk memberi masukan terkait program berkualitas bagi masyarakat. Program yang digagas ini diharapkan mampu merespons dinamika sosial keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat.
“Ide pertemuan ini berangkat dari keinginan kita untuk mendesain program-program yang berkualitas. Program yang benar-benar merespons dinamika sosial-keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat, dan sekaligus juga merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama,” ungkap Kamaruddin dalam acara Studi Kebijakan Kebimasislaman Berbasis Riset di Jakarta, Kamis (17/12/20).
Bimas Islam yang mengurusi hampir semua aspek kehidupan masyarakat Muslim, lanjut Dirjen, mesti memperhatikan berbagai hasil penelitian yang dihimpun langsung dari tengah-tengah masyarakat. Sinergi dengan lembaga penelitian diharapkan mampu melahirkan program yang inovatif dan aplikatif.
“Kita membutuhkan informasi tentang _what is going on in the society_. Apa yang sedang berlangsung dan berkembang di tengah masyarakat. Dengan demikian, program-program yang dirancang oleh Bimas Islam benar-benar menyentuh kebutuhan dan berdampak besar terhadap dinamika sosial,” tegasnya.
Sebanyak 25 lembaga riset hadir dalam diskusi Studi Kebijakan Kebimasislaman Berbasis Riset tersebut. Diskusi dipandu oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Muhammad Fuad Nasar.
(pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



