Makassar, Bimas Islam -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama, Waryono mengatakan, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat akan disinergikan dengan Perbankan.
Demikian disampaikannya saat memberi arahan dalam kegiatan Pembinaan dan Silaturahmi KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di Balai Nikah KUA Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/9/2023).
Pihak perbankan, menurutnya, terdapat program Pembinaan Ekonomi. “Perbankan memiliki program Pembinaan Ekonomi yang bisa disinergikan dengan program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat,” ungkapnya.
Waryono menyebut, penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat belum tersentuh pembinaan usaha dari pihak bank. Untuk itu, program Pembinaan Ekonomi dari Perbankan akan mempercepat perkembangan usaha yang dimiliki penerima manfaat.
"Pelatihan dan pembinaan dari pihak perbankan akan mempercepat tahap perkembangan usaha penerima manfaat," ujarnya.
Menurut Waryono, pendamping program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat hanya dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Ia berharap, pelibatan sejumlah pihak akan memperkuat aktualisasi program.
"Meski sudah ada pendamping dari BAZNAS dan LAZ, pelibatan sejumlah pihak, termasuk Perbankan akan memperkuat realisasi program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala KUA Biringkanaya, Subhan menuturkan, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat makin masif berdampak terhadap usaha penerima manfaat. Kendati demikian, imbuhnya, pembinaan dan pendampingan berkelanjutan dari pihak KUA, BAZNAS, dan LAZ terus dilakukan.
"Kami tetap beri pembinaan dan pendampingan meskipun dampak positif program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat sudah terlihat pada usaha penerima manfaat,” pungkasnya.
Ba/Wcp
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



