Jakarta, Bimas Islam --- Masjid dan musala mempunyai peran penting dalam perkembangan dakwah di Indonesia. Hal tersebut dikatakan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin dalam mengisi Bimtek Penceramah Agama Angkatan I, Kanwil Lampung via webinar, Selasa (13/10).
Mantan Direktur Pendidikan Islam mengatakan, masjid sebagai tempat menyiarkan ajaran agama, keberadaannya perlu diawasi dari kelompok yang ingin menyebarkan ajaran ekstremisme.
“Masjid yang terdaftar secara digital ada 600 ribu, sedangkan yang manual sebanyak 800 ribu. Jumlah masjid sebanyak itu perlu sinergi antara pemerintah, penceramah dan ormas dalam mengawasi, membimbing serta membina para takmir masjid,” katanya.
Menurutnya, masih banyak takmir masjid yang paham agamanya kurang memadai dan literasi tidak mumpuni. Akibatnya masjid yang dijaga takmir seperti itu berpotensi dimasuki kelompok yang tidak berpaham ahlul Sunnah wal Jamaah.
“Kementerian Agama siap bersinergi dengan Ormas Islam untuk memberikan peningkatan literasi keagamaan takmir masjid. Ini untuk melindungi masjid dan menyebarkan paham ahlul Sunnah wal Jamaah dengan Manhaj Wasatiyyah,” katanya.
(Humas Bimas Islam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Seblak Sampai ke MK, Siapa Mendampingi Usaha Kecil?
Oleh: Dr. Nur Kumala Dewi, S. Kom., M.Pd.* Menjelang 18 Oktober 2026, memahami halal dan menjaga penghasilan bisa dimulai dari langkah sehari-hari.…



