Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta yang tergabung dalam Asosiasi Program Studi Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI) dan Asosiasi Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) untuk mempertajam dampak program pada Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. APSESI dan MAZAWA diharapkan dapat menjadi mitra strategis Kemenag dalam mengembangkan program-program penanggulangan kemiskinan melalui dana zakat dan wakaf.
Kasubdit Inovasi, Edukasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Muhibuddin mengatakan, pihaknya memiliki tiga program yang telah berjalan, yaitu Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, dan Inkubasi Wakaf Produktif. Selain itu, terdapat program Kota Wakaf yang akan dilaunching pada 16 Juli 2024.
"Keterlibatan APSESI dan MAZAWA diharapkan dapat mendukung dan mempertajam dampak tiga program kita yang sudah jalan, juga program Kota Wakaf yang akan dilaunching beberapa waktu mendatang," jelasnya pada pertemuan dengan APSESI dan MAZAWA di Kantor Kemenag Jl MH. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, Senin (1/7/2024).
Muhibuddin mengatakan, selain membuka wadah untuk pengabdian, akademisi di Perguruan Tinggi dari APSESI dan MAZAWA bisa terlibat dalam memperkuat kualitas dan memperluas jangkauan program Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf di masyarakat. Baginya, hal tersebut merupakan langkah untuk mempercepat akselerasi program-program Kemenag di bidang zakat dan wakaf.
"Diharapkan, kerja sama kita dapat menambah bobot dan luas jangkauan program Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf," ungkapnya.
Ia memaparkan, kerja sama yang dilakukan bisa mencakup pendampingan, serta pengabdian seperti PKL, magang, dan KKN. "Keterlibatan Perguruan Tinggi dengan sendirinya akan meramaikan research di kampus-kampus dengan berbagai pendekatan yang mengungkapkan praktik zakat dan wakaf yang lebih praktis. Hasil penelitiannya juga bisa dikirim kepada kita sebagai bahan perbaikan terhadap program yang sedang berjalan," tutupnya.
Keterlibatan pihak Perguruan Tinggi, ungkap Muhibuddin, dapat memperkaya penelitian terkait program zakat dan wakaf. Tidak hanya itu, kolaborasi tersebut dapat meningkatkan literasi mahasiswa pada program studi Ekonomi Syariah dan Manasik Zakat dan Wakaf.
Muhibuddin juga mengungkapkan, Kemenag tidak hanya menggandeng Perguruan Tinggi dalam mempertajam program-program Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf. Pihaknya juga tengah menjalankan survei Dampak Program Kampung Zakat, KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat, dan Inkubasi Wakaf Produktif bersama BRIN dan Balitbang Kemenag.
"Kami juga bekerja sama dengan BRIN, Pusdiklat, dan Puskas BAZNAS. Diharapkan, akhir Juli ini hasilnya bisa diekspos, dan diharapkan bisa menjadi baseline dari program kita," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua APSESI, Binti Nur Asiyah menyampaikan, kampus negeri dan swasta yang memiliki jurusan Ekonomi Syariah sudah bergabung di APSESI, dan fokus pada penguatan literasi zakat dan wakaf. Sementara manajemen pengelolaan zakat wakaf dikhususkan pada prodi Manajemen Zakat Wakaf (MAZAWA).
Asiyah mengaku siap bergandengan dengan Kemenag, agar program-program zakat dan wakaf lebih agresif dan efektif, sehingga dampaknya lebih dirasakan masyarakat. "Kita bisa terlibat dalam pendampingan program, baik untuk pengabdian masyarakat maupun riset, meski tahun ini program kampus sedang berjalan," ungkapnya.
Pertemuan itu juga dihadiri Tim Program Manajemen Unit (PMU) Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Abdul Qoyum serta CEO xyz.id Krisna Adityangga.
Ba/Mr



