Selasa malam (28/11/2023), di Pontianak Kalimantan Barat, dimulailah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Antarbangsa se-Borneo, sebuah perhelatan pertama kalinya yang mengusung tema Membumikan Nilai-nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Masyarakat, Berbangsa, dan Bernegara. Acara ini resmi dimulai dengan pemukulan rebana, diikuti tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Kafilah Indonesia terdiri dari lima provinsi di wilayah Borneo yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Sementara kafilah Malaysia terdiri dari Sarawak, Sabah, dan Labuan. Kemudian dari Brunei Darussalam terdiri dari satu kafilah.
Dalam kesempatan itu, Direktur Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi menekankan pentingnya perhelatan tersebut dalam merawat kerukunan. "Jadikanlah Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan motivasi dalam merawat kerukunan bangsa. MTQ Antarbangsa ini memiliki potensi besar untuk memberi kontribusi positif dalam memperkuat kerukunan di Pulau Borneo,” pintanya.
Dengan peserta dari berbagai wilayah se-Borneo, imbuhnya, MTQ ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pulau Borneo.
“(MTQ) Ini merupakan momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan budaya di Pulau Borneo,” ungkap Zayadi.
Sementara itu, Ketua LPTQ Kalimantan Barat Andi Musa menambahkan, perhelatan MTQ diharapkan bisa mencetak generasi yang berkualitas. “MTQ ini digelar dengan semangat kebangsaan dan keagamaan. MTQ mesti berkualitas dari sisi pelaksanaan dan hasilnya, bermartabat, dan dilandasi dengan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kebenaran, kejujuran, dan keadilan,” ujarnya.
Andi Musa juga melaporkan, panitia telah melakukan pertemuan dengan pimpinan masing-masing delegasi untuk membahas keberlanjutan MTQ Antarbangsa ini. “Disepakati, MTQ Antarbangsa ini akan dihelat dua tahun sekali. Sarawak akan menjadi tuan rumah pada 2025, setelah itu akan bergeser ke Brunei Darussalam, kemudian bergeser lagi ke Indonesia,” pungkasnya.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



