“Pertemuan ahli hisab rukyat ini akan membahas tiga isu strategis. Pertama, pengembangan ilmu hisab rukyat ini agar menjawab tantangan zaman yang terus berubah, dan bagaimana rekomendasi dari tim ini sebagai peluang serta tantangan kaderisasi tenaga hisab rukyat,” papar Direktur Urais dan Binsyar, Adib di Jakarta, Kamis (29/2/24).
Dikatakannya, bidang hisab rukyat merupakan bagian tidak terpisahkan dari persoalan yang harus diperkuat, karena berhubungan dengan ubudiyyah, yaitu kebutuhan ibadah umat Islam.
“Kedua, tahun 2024 Kemenag akan menggelar konferensi internasional hisab rukyat, sehingga kami perlu masukan, saran, dan rekomendasi dari pakar yang hadir,” kata Adib.
Ketiga, lanjutnya, menyikapi perbedaan penentuan awal Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi. “Kami mohon pendapat dari para ahli agar tiga isu penting ini menjadi manfaat dan solusi bagi umat Islam di Indonesia,” imbuhnya.
Hadir pada kesempatan itu, Hakim Tinggi Pengadilan Agama Ternate, Asadurrahman menanggapi terkait pengembangan ilmu hisab rukyat. Menurutnya, diperlukan kerja sama lintas sektoral untuk meningkatkan kaderisasi tenaga hisab rukyat.
“Perlu melibatkan peserta dari perguruan tinggi, pesantren, dan sekolah, serta melibatkan seluruh ormas Islam. Kemudian pelatihan khusus untuk pegawai/ASN agar menjadi mentor ke daerah-daerah,” paparnya.
Sementara itu, Ahmad Izzuddin mewakili Asosiasi Dosen Falak Indonesia mengusulkan agar formasi ASN tenaga teknis hisab rukyat ditambah lebih banyak.
“Ilmu falak ini sudah berkembang, hal ini ditandai dengan adanya prodi ilmu falak di berbagai universitas di Indonesia, karenanya perlu ada formasi ASN tenaga teknis hisab rukyat ditambah lebih banyak,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Izzuddin mengapresiasi sejumlah upaya Kemenag dalam meningkatkan kader-kader falak di Indonesia.
Hadir dalam pertemuan itu, perwakilan dari Badan Informasi Geospasial (BIG), BMKG, Planetarium Jakarta, Peradilan Agama, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Al Washliyah, Al Irsyad, Persatuan Umat Islam, UIN Syarif HIdayatullah, Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Ahli Hisab Rukyat dari sejumlah wilayah.
An/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



