Jakarta, Bimas Islam --- Suasana pisah sambut Direktur bina KUA dan Keluarga Sakinah pada Rabu (22/1) berlangsung sederhana dan penuh tawa. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Dr H. Mohsen MM yang kini menjabat sebagai Kepala biro Administrasi Umum, Akademik Kemahasiswaan IAIN Palu, serta Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah yang baru Dr. H. Muharram, Ph.D. Tampak turut hadir Sekretaris Ditjen Bimas Islam Tarmizi, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Mohammad Agus Salim, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UIN Banten Teguh Sarwono, serta seluruh pejabat dan pegawai pada Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah.
Di dalam sambutannya, Mohsen yang juga Mantan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah ini mengaku selalu menerapkan manajemen ukhuwah dalam kepemimpinannya. "Saya tidak pernah menganggap pejabat eselon 3 dan 4 serta para staf sebagai bawahan, melainkan sebagai mitra berpikir dan bekerja untuk bersama membangun dan menjaga citra KUA sebagai wajah Kementerian Agama di masyarakat," tuturnya.
Selama tiga tahun menjabat sebagai Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah yang merupakan direktorat baru pada Ditjen Bimas Islam, cukup banyak pencapaian yang dihasilkan oleh ayah empat orang putri dan seorang putra ini. Melalui program Paradigma Baru Layanan KUA Kecamatan, ia melakukan sejumlah revitalisasi, yaitu revitalisasi bimbingan perkawinan bagi calon pengantin dan ditetapkan sebagai program prioritas pemerintah dalam bidang pembangunan manusia. Termasuk di dalamnya program Pusaka Sakinah (pusat keluarga sakinah).
Revitalisasi berikutnya adalah revitalisasi gedung KUA yang sampai akhir tahun 2019 sudah mencapai 708 unit dibangun melalui dana SBSN. Hingga tahun 2020 ditargetkan pembangunan gedung KUA sebanyak 836 unit. Bahkan mulai tahun 2020, pembelian lahan buat gedung KUA juga dianggarkan dari dana SBSN.
Dalam layanan pencatatan nikah, revitalisasi dilakukan dengan pemanfaatan teknologi informasi, yakni dengan dihadirkannya SIMKAH WEB yang terintegrasi dengan data Dukcapil dan adanya Kartu Nikah sebagai dokumen tambahan selain Buku Nikah yang diterima oleh masyarakat.
Sejumlah penghargaan diterima Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, diantaranya dalam layanan pencatatan nikah di luar negeri yang menerima penghargaan Hassan Wirajuda Pelindungan WNI Award Tahun 2019 kategori Mitra Kementerian Luar Negeri karena dinilai membantu memudahkan WNI di luar negeri yang hendak menikah.
Revitalisasi dalam bidang transparansi layanan, indeks layanan KUA pada tahun 2018 mengalami peningkatan secara signifikan dari tahun 2016, yakni 80.40. Oleh Ombudsman RI terdapat tiga layanan KUA yang memperoleh nilai sangat tinggi yaitu Legalisasi Kutipan Akta Nikah, Legalisasi Surat Keterangan Nikah Luar Negeri, dan Layanan Nikah di KUA dengan perolehan skor 97.50.
Terakhir, revitalisasi dalam bidang pemenuhan dan peningkatan kualitas SDM penghulu ditandai dengan penambahan jumlah penghulu, dari 3.000 an pada tahun 2015 kini sudah mencapai 8.336 orang yang tersebar di 5.945 KUA. Tahun ini rencananya akan dibuka jalur inpassing ke dalam jabatan fungsional penghulu, sehingga kebutuhan SDM penghulu kian terpenuhi.
Dalam periode kepemimpinan Mohsen, sejumlah regulasi juga berhasil dirampungkan dan diterbitkan, diantaranya regulasi tentang jabatan fungsional penghulu, pencatatan pernikahan, pedoman pendirian gedung balai nikah dan manasik haji, biaya operasional KUA dan lain sebagainya.
Di akhir pertemuan tersebut, Mohsen menyampaikan filosofi hidupnya yang juga menjadi prinsipnya dalam pekerjaan "Saya yang pertama bukan yang lebih baik, tapi lebih baik jadi yang pertama dari pada jadi yang lebih baik".
(Insan Khoirul Qolbi/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



