Dalam laboratoriumnya yang modern, studi dan penelitian menjadi keunggulan. Mesin dan teknologi canggih mendukung kualitas tiap cetakan.
Setiap tahun, ratusan bahkan ribuan umat manusia datang mengunjungi komplek persembahan kebanggaan dari Arab Saudi ini. Sejak lahirnya, lebih dari 264 juta cetakan telah tersebar.
Mampukah Unit Percetakan Qur’an (UPQ) Ciawi, Bogor mengikuti jejaknya, menjadi sentra pencetakan jutaan mushaf dan literatur keagamaan tiap tahun, serta menjadi pusat ilmu Al-Qur’an dan Hadis?
PLKI Zona Literasi 2024: Museum Kebudayaan Islam Indonesia
Mimpi akan adanya lembaga percetakan Al-Qur’an berkelas dunia dan menjadi pusat peradaban mungkin bukan lagi sekadar khayalan. Indonesia, negeri dengan populasi umat Muslim terbesar, memiliki potensi kuat untuk mewujudkannya.
Harapan bahwa Indonesia memiliki lembaga percetakan Al-Qur’an berkelas dunia akan menjadi nyata.
Belum lama ini, Kementerian Agama (Kemenag) melalui satuan kerja (Satker) UPQ merampungkan bangunan megah Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI) Zona Percetakan.
Penyerahan kunci secara simbolis dari PT UNGGUL SOKAJA kepada PPK Konstruksi Fisik Pembangunan Gedung PLKI telah dilakukan pada Senin, 4 November 2023.
Di tengah keberhasilan pembangunan PLKI Zona Percetakan, Kemenag juga menaruh fokus pada pencapaian mendatang: PLKI Zona Literasi di tahun 2024, pusat keislaman dan seni. Zona Literasi tersebut akan menjadi tujuan perjalanan bagi penikmat literatur keislaman dari masyarakat lokal maupun mancanegara.
Kepala UPQ, Jamaluddin M. Marki mengungkapkan, PLKI Zona Literasi bukan sekadar tempat kajian Al-Qur’an, melainkan cermin kejayaan dan ikon peradaban Islam Indonesia. PLKI Zona Literasi ditargetkan menjadi magnet utama bagi para wisatawan, di samping menjadi inti studi pembelajaran Al-Qur’an.
“PLKI Zona Literasi akan menyajikan literatur yang lengkap, klasik dan modern. Selain itu, karya seni keislaman sebagai warisan kebudayaan Indonesia juga bakal ditampung pada 2024,” ujarnya kepada wartawan, Senin (11/12/2023).
Perannya tidak sebatas itu, PLKI Zona Literasi juga ditargetkan mampu meningkatkan Indeks Literasi Al-Qur’an di masyarakat, dan menjadi upaya konkret dalam penguatan pemahaman serta praktik nilai-nilai Al-Qur’an.
“Selain fokus pada percetakan dan studi Al-Qur’an, kami juga terus berupaya untuk menyebarkan mushaf Al-Qur’an berkualitas. Dengan standar ketat dan proses tashih yang terjamin, keabsahan kontennya menjadi prioritas, dijamin melalui tahapan yang teliti, didukung para ahli yang kompeten,” terangnya.
PLKI Zona Literasi 2024 merupakan bentuk kesungguhan menjaga kearifan dan kemakmuran warisan kebudayaan Islam Indonesia, mencerahkan jalan bagi mereka yang haus akan ilmu dan kebijaksanaan. Langkah tersebut menandai komitmen kuat mewujudkan PLKI sebagai pusat percetakan dan studi Al-Qur’an terbesar di dunia.
Wcp/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



