Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menegaskan, potensi wakaf di Indonesia sangat menjanjikan. Hal itu didasari besarnya populasi Muslim di Indonesia.
"Kalau kita lihat demografi Indonesia, sesungguhnya potensi wakaf di Indonesia ini sangat menjanjikan," ujar Kamaruddin dalam acara Gerakan Indonesia Berwakaf di kanal YouTube Badan Wakaf Indonesia (BWI) TV, Selasa (16/7/2024).
Menurutnya, wakaf merupakan salah satu instrumen yang sangat kuat, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan kurangnya literasi masyarakat tentang wakaf. "Wakaf ini salah satu instrumen yang powerful. selama ini memang belum terkapitalisasi secara proposional dan memadai. Karena memang literasi tentang wakaf belum maksimal," jelas Kamaruddin.
Terkait itu, Kamaruddin menekankan pentingnya meningkatkan literasi masyarakat tentang wakaf. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam meningkatkan literasi wakaf, agar potensi wakaf di Indonesia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Tantangan kita semua adalah literasi. Literasi harus ke masyarakat, harus ditingkatkan," tegasnya.
Kamaruddin optimis, wakaf dapat menjadi gaya hidup, terutama bagi generasi muda. Ia mengajak masyarakat untuk berwakaf dan berkontribusi dalam membangun bangsa melalui wakaf.
"Hal yang sangat positif adalah literasi wakaf. Saya sangat optimis wakaf ini menjadi gaya hidup bangsa Indonesia dan anak-anak muda," tuturnya.
Adapun menurut Kamaruddin, langkah yang bisa dilakukan dalam meningkatkan literasi wakaf masyarakat berupa diskusi-diskusi publik, dan pembuatan konten-konten wakaf di media sosial yang dikelola dengan baik oleh sejumlah pihak-pihak terkait secara kolaboratif dan masif.
Perkembangan Wakaf di Indonesia
Perkembangan sektor wakaf di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Sistem Informasi Wakaf Kemenag (2022), terdapat 440.512 titik wakaf tanah di Indonesia.
Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang positif, Kamaruddin mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami wakaf dengan baik. Ia pun mendorong peran nazir sebagai pengelola wakaf untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang wakaf.
"Nazir adalah ekosistem yang penting, harus kita berikan perhatian bersama-sama. Kita harus komitmen untuk meningkatkan kapasitas nazir," tandasnya.
Merujuk data BWI dan Kemenag tahun 2023, potensi wakaf uang di Indonesia mencapai Rp180 triliun, namun realisasi per 31 Desember 2023 hanya sekitar Rp2,3 Triliun.
Msk/Mr



