Malang, Bimas Islam -- Pantai Bajul Mati, Malang, Jawa Timur terpilih sebagai salah satu Kampung Moderasi Beragama (KMB) karena semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakatnya. Dengan perjalanan sekitar 2 jam dari pusat Kota Malang, dusun ini menawarkan keunikan dengan tiga tempat ibadah yang berdekatan dalam satu Rukun Tetangga (RT).
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf, Mufi Rosyadi, menyatakan, salah satu alasan Bajul Mati dipilih adalah keberadaan tiga tempat ibadah di satu RT, yang menunjukkan gotong royong luar biasa meski di tengah perbedaan agama.
Penyuluh Agama Islam Gedangan, Shohibul Izzar, menambahkan, keberagaman di Bajul Mati tidak menghambat upaya membangun aspek ekonomi dan sosial. "Meskipun memiliki karakteristik warga yang beragam, semangat untuk memajukan ekowisata pantai dan susur sungai tetap tinggi," ungkapnya.
Abah Izzar menegaskan pentingnya menjaga agar keberagaman tidak menghalangi pembangunan sosial-ekonomi. "Kehidupan beragama yang heterogen di Bajul Mati harus mencakup aspek sosial," katanya.
Menurutnya, jika aspek sosial terabaikan, maka kualitas kehidupan beragama perlu dipertanyakan. Pria yang akrab disapa Abah Izzar itu berharap, KMB Bajul Mati semakin produktif dalam menjaga keberagamannya. Dia juga berharap, pemerintah daerah dan lintas kementerian memberi perhatian lebih kepada Bajul Mati sebagai KMB yang berpotensi dalam pembangunan daerah.
Bajul Mati memberi teladan tentang bagaimana masyarakat dengan keberagaman yang tinggi dapat hidup berdampingan dalam semangat gotong royong. Melalui perpaduan keberagaman dan semangat bersama, dusun ini menjadi contoh nyata dari kehidupan umat beragama yang harmoni.
Fn/Mr



