“Waktu diwakafkan enggak ada sertifikat, bapaknya sudah tidak ada misalnya, anaknya berpikir, 'lho itu kok wakaf bapakku di tengah kota? Ini nilainya bisa puluhan miliar'. Di situlah mulai yang namanya sengketa lahan, dan itu kejadiannya di mana-mana,” ujar Presiden.
Presiden juga menyebut, saat ini sengketa lahan akibat ketiadaan sertifikat terjadi di sejumlah tempat. Salah satunya di masjid daerah Senayan, Jakarta, yang memiliki nilai hingga ratusan miliar rupiah.
“Inilah pentingnya sertifikat wakaf. Pada sore hari ini, kita berikan kepada bapak/ibu sekalian, baik itu masjid, musala, lembaga pendidikan, semuanya,” ungkap Presiden.
Presiden juga mengatakan bahwa sertifikat yang telah diserahkan dapat menjadi dokumen hak hukum atas tanah yang telah diwakafkan. Selain itu, sertifikat wakaf juga dapat memperjelas status hukum untuk mencegah sengketa di kemudian hari.
“Kalau cucunya nanti mengklaim (tanah) ini punya kakek saya, tunjukkan sertifikat, rampung. Tapi kalau belum punya, bisa bergulir di pengadilan dan bertahun-tahun akan menjadi sebuah sengketa,” ucap Presiden.
Presiden pun berharap, ke depan, seluruh tempat ibadah yang dibangun di atas tanah wakaf memiliki sertifikat. Hal tersebut penting untuk pengembangan tempat ibadah di masa mendatang.
“Kita harapkan semuanya bisa kalau mau membangun masjidnya, dan mau memperlebar masjidnya, karena haknya sudah jelas,” tandasnya.
Msk/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



