"Kami mengajak BAZNAS dan LAZ untuk memenuhi tiga aspek minimal Pemberdayaan Ekonomi Umat, yaitu penguatan kerja sama, peningkatan kualitas ibadah, dan peningkatan aspek kesehatan. Untuk itu, langkah koordinatif dan penguatan komunikasi serta kolaborasi BAZNAS dan LAZ perlu diperkuat, agar (program) tidak berjalan sendiri-sendiri," ungkap Waryono pada wartawan bimasislam, Senin (15/1/2024).
Menurut Waryono, Pemberdayaan Ekonomi Umat harus dilakukan dengan pembagian tugas antara BAZNAS dengan LAZ. Sehingga, program tersebut dapat merata di seluruh daerah.
"BAZNAS dan LAZ harus berbagi tugas seperti dalam hal pembangunan infrastruktur jalan, toilet, sanitasi, sumur air, dan fasilitas lainnya," jelasnya.
Lebih lanjut Waryono menambahkan, program Pemberdayaan Ekonomi Umat harus mengarah pada peningkatan kualitas ibadah masyarakat. Cara yang dapat dilakukan, menurutnya, adalah menyiapkan imam dan pengajar agama yang berkualitas.
"Dalam program Pemberdayaan Ekonomi Umat, perlu ada kaderisasi yang menyiapkan generasi penerus seperti imam yang baik dan fasih, alim, dan pengajar," ungkapnya.
Dalam aspek peningkatan kesehatan, Waryono menjelaskan, BAZNAS dan LAZ dapat memberi layanan pemeriksaan kesehatan rutin dan berkala. "Untuk mengatasi stunting atau persoalan kesehatan lainnya, BAZNAS dan LAZ perlu mempersiapkan program pendukung seperti pemeriksaan secara rutin berkala," tuturnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kab. Timor Tengah Selatan, Rahmat Hasan menyampaikan, dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) di daerahnya telah dialokasikan untuk mendukung kesejahteraan masjid dan dai, serta pembangunan fasilitas publik.
"Beberapa program penyaluran ZIS sudah berjalan, seperti Rumah Zakat, pembangunan masjid, sumur, dan sanitasi. Kita juga mengalokasikan dana ZIS untuk PPPA Darul Qur'an yang saat ini telah membangun sekitar 80 rumah layak huni dan Rumah Tahfiz, serta membantu akses pendidikan bagi santri," paparnya.
Sebelumnya, pada Selasa, 9 Januari 2024, Waryono Abdul Ghafur mengunjungi, Masjid An Nur Oe Ue Desa Mauleum, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan itu bertujuan untuk meninjau program Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Kampung Zakat.
Ba/Mr
Baca Selanjutnya
Lihat semuaSekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Tarik 2.568 Pengunjung, Milfest Kemenag 2026 Catat Perputaran Ekonomi Hingga Rp234 Juta
Bogor, Bimas Islam — Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) Kementerian Agama 2026 mencatat capaian positif selama empat hari penyelenggaraan di Unit…
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Menag: Bukan Umat yang Memberdayakan Masjid, tetapi Masjid yang Memberdayakan Umat
Surabaya, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah.…



